INFO NABIRE
Home » Blog » IPMADO Sulawesi Utara Minta Pemkab Dogiyai Serius Berantas Miras & Judi

IPMADO Sulawesi Utara Minta Pemkab Dogiyai Serius Berantas Miras & Judi

Sejak nenek moyang dulu hingga tahun 2000-an, masyarakat Papua lebih khusus masyarakat Dogiyai sangat dikenal dengan budaya kekeluargaan dan mempunyai nilai dedikasi yang tinggi.

Tetapi dari sekian ribu budaya asing yang sedang masuk dan berkembang di bumi cenderawasih, ada budaya negatif yang juga turut merusak tatanan budaya yang sudah ada sejak dulu, diantarnya judi togel, dadu, miras dan lain sebagainya.

Akibatnya budaya asli masyarakat Papua, makin lama makin terkikis dan terancam oleh budaya negatif dari luar.

Beberapa dampak negatif akibat masuknya budaya luar yang negatif yang menghambat kemajuan dan pembangunan di Dogiyai diantaranya :

  1. Budaya lokal yang sejak dulu telah ada turun temurun perlahan lahan mulai punah

  2. Kematian orang asli papua semakin meningkat

  3. Pengangguran semakin bertambah

  4. Korupsi merajalela dan mendarah daging

  5. Masyarakat di kampung lebih banyak menetap di kota daripada membangun kampungnya sendiri.

  6. Keluarga menjadi berantakan

Dan masih banyak lagi hal lainnya. Oleh karena itu, sesuai peraturan pemprov Papua nomor 15 tahun 2013 tentang pelalarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol, Sekretaris Ikatan Pelajar & Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) provinsi Sulawesi Utara, Markus Makay sangat berharap untuk mewujudkan motto Dogiyai Dou Ena dan mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, dengan memberantas budaya negatif dan pengaruh buruk yang merusak budaya lokal yang sudah ada sejak dulu.

“Tuntaskan problem utama dan mendasar seperti miras, judi, dan penyakit masyarakat lainnya di Dogiyai, setelah itu saya yakin dan percaya, pembangunan di kabupaten Dogiyai akan ada perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu,” harap Markus Makay.

[Nabire.Net/Markus.Makay]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.