Inflasi Tahunan Papua Tengah pada Juli 2024 Sebesar 4.16 persen

Nabire, 1 Agustus 2024 – Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Nabire mencatat tingkat inflasi tahunan Provinsi Papua Tengah pada bulan Juli 2024 sebesar 4.16 persen (yoy). Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Nabire sebesar 6.39 persen.
Hal itu disampaikan Pranata Komputer Ahli Muda BPS Nabire, Willy Andhika, Kamis (01/08). Sementara untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110.19.
(Baca Juga : Inflasi Tahunan Papua Tengah pada Juni 2024 Sebesar 4.31 persen)
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran pada :
-
kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,35 persen;
-
kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1.90 persen;
-
kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,74 persen;
-
kelompok kesehatan sebesar 4,88 persen;
-
kelompok transportasi sebesar 0,62 persen;
-
kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen;
-
kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,80 persen;
-
kelompok pendidikan sebesar 0,78 persen;
-
kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,38 persen;
-
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,93 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu :
-
kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,41 persen
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2024, antara lain: cabai rawit, emas perhiasan, beras, bahan bakar rumah tangga, terong, bawang merah, tomat, Sigaret Putih Mesin (SPM), daging ayam ras, roti manis, telur ayam ras, mobil, gula pasir, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bawang putih, kangkung, tarif laboratorium, cabai merah, biaya jaringan saluran TV, dan ayam hidup. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tarif angkutan udara, ikan cakalang, ikan bawal, daging babi, buncis, air kemasan, seragam sekolah anak, ketela rambat, daun singkong, mie kering instant, kemiri, minyak goreng, kacang panjang, sabun mandi, bayam, ikan bubara, ikan tuna, susu cair kemasan, ketimun, dan ikan kakap merah.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Juli 2024, antara lain: tarif angkutan udara, ikan mumar, semangka, kangkung, tarif rumah sakit, tarif laboratorium, wortel, emas perhiasan, gula pasir, ikan mujair, tarif dokter spesialis, buah naga, ikan kembung, pemeliharaan/service, ikan teri, Sigaret Putih Mesin (SPM), jagung manis, ketela pohon, tempe, dan Sigaret Kretek Tangan. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: tomat, cabai rawit, bawang putih, beras, buncis, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, cabai merah, kacang panjang, telepon seluler, ketela rambat, ikan bawal, ayam hidup, kol putih, tauge, ketimun, terong, dan bunga pepaya.
Pada Juli 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu:
-
kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,80 persen;
-
kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,27 persen;
-
kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen;
-
kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen;
-
kelompok transportasi sebesar 0,06 persen;
-
kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen;
-
kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen;
-
kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen;
-
kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,21 persen;
-
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,47 persen.
Pada Juli 2024, tingkat inflasi y-on-y Provinsi Papua Tengah sebesar 4,16 persen, tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,12 persen, dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,85 persen.
Pada Juli 2024, seluruh wilayah cakupan IHK di Provinsi Papua Tengah yang berjumlah 2 kabupaten/kota mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Nabire sebesar 6,39 persen dengan IHK sebesar 112,16 dan terendah terjadi di Timika sebesar 3,05 persen dengan IHK sebesar 109,21.
[Nabire.Net/Imran]




Bung Tahu
Kalo inflasi naik, lalu upaya menurunkan inflasi bagaimana?