INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Implementasi Percepatan Penurunan Stunting, Pemprov Papua Tengah Gelar Rembuk Stunting

Implementasi Percepatan Penurunan Stunting, Pemprov Papua Tengah Gelar Rembuk Stunting

(Pj.Sekda Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP., MM., saat membacakan sambutan tertulis Pj.Gubernur Papua Tengah)

Nabire, Bertempat di Aula KSK Bukit Meriam Nabire, Papua Tengah, Rabu pagi (22/11/2023), telah dilaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Provinsi dan Penilaian Kinerja terhadap delapan aksi konvergensi di delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah.

Kegiatan ini dibuka oleh Pj.Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM., diwakili Pj.Sekda Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP., MM.

Dalam sambutan tertulisnya, Pj.Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM., mengatakan, kegiatan Rembuk Stunting dan Penilaian Kinerja Pemerintah Kabupaten terhadap pelaksanaan aksi konvergensi Tahun Kerja 2022 merupakan bentuk implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan PeraturanBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia yang ditindaklanjuti dengan Surat Mendagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Nomor 440.5.7/4190/Bangda Tanggal 1 Maret 2023 kepada Gubernur tentang Pelaksanaan Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Daerah.

“Rembuk Stunting ini merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara terintegrasi antara perangkat daerah penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat”, kata Ribka Haluk dalam sambutan tertulisnya.

Lebih lanjut kata Ribka Haluk, stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas hidup, produktivitas dan daya saing manusia indonesia sebagai dampak terganggungnya pertumbuhan otak dan perkembangan metabolisma tubuh dalam jangka panjang. Untuk mencegah dan menurunkan prevalensi stunting, dilakukan pendekatan multi sektor melalui intervensi layanan spesifik dan sensitif secara konvergensi atau terintegrasi yang dilakukan di tingkat pusat, daerah hingga kampung atau kelurahan.

Stunting atau sering disebut sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis merupakan masalah nasional yang hingga kini masih terus diupayakan oleh pemerintah pusat dan daerah termasuk di provinsi Papua Tengah, sebab prevalensi stunting di provinsi Papua Tengah hasil survey status gizi indonesia tahun 2022 menunjukkan angka 33% di kabupaten Mimika, 13.4% di kabupaten Deiyai, 45.2% di kabupaten Paniai dan Puncak Jaya, 35.1% di kabupaten Dogiyai, 35.4% di kabupaten Intan jaya, 17.1% di kabupaten Nabire dan 42% di kabupaten Puncak.

“Melalui pelaksanaan penilaian kinerja ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting, sehingga konvergensinya akan terbangun guna mencapai target penurunan prevalensi stunting 14% pada tahun 2024 di Provinsi Papua Tengah,” urai Ribka Haluk dalam sambutan tertulisnya.

Adapun penilaian kinerja ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mengukur tingkat kinerja pemerintah daerah kabupaten dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting

  2. Memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah kabupaten dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting

  3. Mengevaluasi kinerja pemerintah daerah kabupaten dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting

  4. Mengapresiasi kinerja pemerintah daerah kabupaten dalam pelaksanan delapan aksi konvergensi penurunan stunting

Ada beberapa pesan dan harapan Pj.Gubernur Papua Tengah dalam kegiatan ini yaitu sebagai berikut :

  • Permasalahan stunting adalah tanggung jawab bersama dari kita semua yang hadir saat ini. Oleh karena itu, diminta kepada semua pihak dalam momentum ini dapat melahirkan komitmen bersama dalam penanganan stunting terintegrasi melalui penandatanganan berita acara komitmen

  • Melalui momentum penilaian kinerja terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun kerja 2022, kita semua bisa melihat sampai sejauh mana hasil kerja kita, mana yang belum kita kerjakan, mana yang akan kita tingkatkan dan tentu saja hasil penilaian ini akan dituangkan dalam bentuk angka kuantitatif

“Saya berharap kegiatan rembuk stunting ini dapat menjadi dasar gerakan penurunan stunting di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah melalui integrasi program kegiatan dan penganggaran yang disepakati bersama-sama yang dilakukan antar perangkat daerah terkait, partisipasi pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, tenaga ahli profesi dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Papua Tengah dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi dan pemenuhan sanitasi dasar sehingga terdapat komitmen penurunan stunting yang ditandatangani bersama oleh Gubernur, Bupati, DPRD, Pimpinan Perangkat Daerah dan Sektor Non Pemerintah,” pungkas Ribka Haluk mengakhiri sambutan tertulisnya.

Hadir dalam kegiatan ini, unsur Forkopimda Papua Tengah, para Bupati dari delapan kabupaten di Papua Tengah, para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Provinsi Papua Tengah dan delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah, Tim INEY Ditjen Bangda Kemendagri, Tim UNICEF Papua, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah, Kepala Kemenag Papua Tengah, Pimpinan Bank Papua, Tenaga Ahli Profesi Ikatan Dokter Indonesia Papua Tengah, Ikatan Bidan Indonesia Papua Tengah dan Persagi Papua Tengah.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.