Ibadah PAM Gabungan Sekotawi, Februari 2017, Dipusatkan Di Jemaat Eltekon Wanggar Nabire
Di tengah zaman yang penuh kesulitan dan pergolakan, pengikut Kristus diharapkan dapat menjadi teladan bagi kehidupan orang lain yang belum percaya.
Demikian kutipan khotbah pada Ibadah Gabungan Persekutuan Anggota Muda (PAM) tingkat Klasis GKI Paniai, yang dipusatka di Jemaat Eltekon Wanggar Nabire, sabtu 18 februari 2017.
Ibadah ini dipimpin pelayan firman, Ruth Agaki S. SI Teol, yang mengangkat pembacaan firman dari kitab Filipi 1:27-30, dengan perikop “Nasihat Supaya Tetap Berjuang”.
Saat menyampaikan khotbahnya, Pelayan Firman, Ruth Agaki mengatakan, situasi yang dihadapi oleh jemaat di Filipi tidaklah mudah. Pemimpin rohani yang mereka hormati dan kasihi, Rasul Paulus, sedang di penjara. Segenap jemaat tidak saja cemas dengan keadaan Paulus, tetapi juga dengan keadaan mereka sendiri. Untuk ketakutan semacam itu, Paulus mengingatkan jemaat untuk tetap hidup berpadanan dengan Injil Kristus. Rasul Paulus juga meminta Jemaat tidak perlu takut terhadap pihak lain yang menekan mereka.
Di dalam tekanan yang seberat apa pun, tugas orang Kristen adalah hidup sesuai dengan Injil Kristus. Nasihat Paulus ini bertolak belakang dengan kebiasaan yang berlaku di dunia. Didalam tekanan dan ketakutan, kita sering tergoda untuk berkompromi dan mengorbankan iman serta identitas kita sebagai orang Kristen.
Paulus dengan tegas menyatakan bahwa komitmen hidup kepada Injil Kristus tidak seharusnya dipengaruhi oleh situasi sulit yang sedang dihadapi.
Untuk menjawab kekuatiran jemaat Filipi itu, Paulus menjelaskan bahwa karunia Kristus bagi orang Kristen bukan saja membuka jalan bagi kita untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga menderita karena Kristus.
Paulus mengindikasikan bahwa kedua karunia tersebut bagaikan dua muka dari satu keping uang yang sama. Iman kepada Kristus bukanlah iman yang teoritis, tetapi iman yang taat mengikuti setiap jalan yang dilalui Kristus.
Kita mungkin merasa tidak mampu, tetapi karunia percaya dan karunia menderita telah dianugerahkan satu paket bagi kita, seperti yang disaksikan oleh Paulus di dalam hidupnya sendiri.
Diakhir khotbahnya, pelayan firman, Ruth Agaki mengingatkan bahwa hidup Kristen adalah hidup yang sepenuhnya berpadanan pada Injil Kristus, dan hidup yang sepenuhnya bergantung pada karunia Yesus Kristus. Biarlah melalui kehidupan semacam ini dapat menjadi teladan bagi orang lain di tengah-tengah dunia ini, khususnya bagi para pemuda kristen.
[Nabire.Net]






Tinggalkan Komentar