INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Ibadah Oikumene Pemkab Deiyai, Pendeta Yulianus Pekei Ingatkan Pejabat Layani Masyarakat

Ibadah Oikumene Pemkab Deiyai, Pendeta Yulianus Pekei Ingatkan Pejabat Layani Masyarakat

(Ibadah Oikumene Pemkab Deiyai, Pendeta Yulianus Pekei Ingatkan Pejabat Layani Masyarakat)
(Ibadah Oikumene Pemkab Deiyai, Pendeta Yulianus Pekei Ingatkan Pejabat Layani Masyarakat)

Deiyai, Pejabat pemerintah di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, diingatkan agar menjalankan kewenangan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menyalahgunakan jabatan untuk menindas masyarakat, khususnya warga miskin. Pelayanan publik juga harus dilakukan secara adil tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Klasis Wilayah Tigi Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Pdt. Yulianus Pekei, saat menyampaikan khotbah dalam Ibadah Oikumene Pemerintah Kabupaten Deiyai di Aula Tuyana, Waghete, Selasa (27/10/2026) pagi.

Dalam ibadah yang mengangkat tema “Tanggung Jawab Orang Kristen” berdasarkan 1 Timotius 2:1–7 itu, Pekei menekankan pentingnya doa sebagai bagian dari tanggung jawab umat Kristen, termasuk mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan tugas pemerintahan dengan baik.

Ia mengajak masyarakat untuk turut mendukung penyelenggaraan pemerintahan melalui doa serta membangun kehidupan bersama yang damai dan harmonis.

“Orang Kristen wajib berdoa agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Deiyai untuk selalu mendoakan pemerintah,” kata Pekei.

Pejabat Diminta Tidak Membeda-bedakan Masyarakat

Pekei menegaskan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setiap pejabat diharapkan mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjadikan pelayanan sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan.

Menurutnya, masyarakat Deiyai berhak mendapatkan pelayanan yang baik tanpa perlakuan diskriminatif. Karena itu, seluruh aparatur pemerintah perlu menjalankan tugas dengan integritas dan menjauhi tindakan yang merugikan warga.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerjaan dan keputusan yang diambil dalam menjalankan tanggung jawab akan memiliki konsekuensi moral dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

“Seluruh pekerjaan dan pelayanan yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, layanilah masyarakat dengan baik dan jangan memilih-milih,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Pekei turut mengutip Roma 13:1 dan Roma 13:4 untuk menjelaskan peran pemerintah dalam menjaga ketertiban serta menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati, mulai dari pimpinan daerah, jajaran birokrasi, hingga warga, serta memperkuat kerja sama demi kemajuan Kabupaten Deiyai.

Diikuti ASN, TNI, Polri, dan Masyarakat

Ibadah Oikumene tersebut berlangsung khidmat dan aman. Kegiatan ini dihadiri puluhan aparatur sipil negara (ASN), para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), anggota TNI dan Polri, serta masyarakat setempat.

Ibadah Oikumene merupakan kegiatan rutin bulanan yang ditetapkan oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dengan melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pesan tentang tanggung jawab iman, integritas, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh peserta dalam menjalankan peran masing-masing.

Pekei juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk terus bergandengan tangan membangun Deiyai. Sinergi antarelemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga ketenteraman sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang adil dan berorientasi pada kepentingan warga.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.