Ibadah Oikumene Jajaran ASN Kemenag Nabire 28 Agustus 2023

Nabire, 28 Agustus 2023 – Bertempat di Aula Kantor Kemenag Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Oikumene bagi umat Nasrani. Ibadah ini dipimpin oleh Neli Rombe Tondok, S.Pak.
Dalam ibadah yang penuh makna ini, para hadirin mendengarkan bacaan dari Kitab 2 Tawarikh 15:1-19, dengan tema utama “Melakukan Pembaharuan Total (Reformasi)”.
Dalam bacaan tersebut, Neli Rombe Tondok menyampaikan pesan yang terinspirasi dari kisah Raja Asa dalam Alkitab. Raja Asa adalah sosok yang melakukan pembaharuan besar-besaran di tengah-tengah bangsanya yang sebelumnya telah menyembah berhala. Pesan utama yang dapat diambil dari bacaan ini adalah betapa pentingnya perubahan dan pembaharuan dalam hidup seseorang.
Menurut Raja Asa, ada empat langkah kunci yang diambil untuk mencapai pembaharuan total:
Mendengar Nasehat Tuhan melalui Nabi-nabinya : Raja Asa bersedia mendengarkan dan mengikuti nasehat yang datang dari hamba-hamba Tuhan. Ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam melakukan perubahan.
Dukungan Masyarakat : Raja Asa mendapatkan dukungan penuh dari masyarakatnya dalam usahanya melakukan pembaharuan. Keberhasilan sebuah perubahan seringkali memerlukan dukungan dan kerjasama dari orang lain.
Bertobat dan Berjanji setia kepada Tuhan : Raja Asa mengajak seluruh rakyatnya untuk bertobat dan berkomitmen setia kepada Tuhan. Mereka mengangkat sumpah untuk meneguhkan tekad mereka dalam berjalan di jalan Tuhan.
Menegakkan Kedisiplinan : Raja Asa tidak ragu untuk memberikan hukuman kepada siapapun yang melanggar sumpah janji yang telah diangkat. Hal ini menunjukkan pentingnya tegaknya kedisiplinan dalam mewujudkan perubahan yang diinginkan.
Dalam pesan khotbahnya, Neli Rombe Tondok menghubungkan ajaran ini dengan kehidupan modern. Ia mengingatkan bahwa perubahan total dalam hidup seseorang juga dapat terjadi jika kita bersedia mendengarkan nasehat dari Tuhan dan hamba-hamba-Nya. Ketidakpatuhan dan penolakan terhadap ajaran-Nya bisa berujung pada konsekuensi yang harus ditanggung.
Ibadah Oikumene ini juga menjadi panggilan untuk seluruh umat Nasrani untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik dalam hidup mereka. Dengan membuka hati untuk mendengar nasehat-Nya dan melakukan langkah-langkah konkret dalam pembaharuan, umat Nasrani diyakini dapat mengalami hidup yang lebih bermakna dan mendapatkan anugerah-Nya.
Ibadah ini ditutup dengan pujian dan doa syukur yang dipimpin oleh Neli Rombe Tondok, S.Pak. Semua hadirin merasakan kedamaian dan keberkahan dari ibadah ini, serta diharapkan bahwa pesan pembaharuan total yang diambil dari kisah Raja Asa akan tetap menginspirasi langkah-langkah positif dalam kehidupan sehari-hari.
[Nabire.Net]


Leave a Reply