Ibadah Minggu Subuh, 26 Agustus 2018, Di GKI Sion Kampung Harapan Nabire

“Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya”, (Mazmur 95:6-7).
Demikian kutipan ayat pembacaan firman Tuhan yang terangkat dari Kitab Mazmur 95:1-11, pada Ibadah Minggu Subuh, 26 Agustus 2018, di Jemaat GKI Sion Kampung Harapan Nabire.
Ibadah tersebut dilayani oleh pelayan Firman, Pdt. Yosia Titahena S.Si.
Dalam khotbahnya, Pdt. Yosia Titahena mengatakan, Mazmur 95 merupakan mazmur puji-pujian dan juga undangan untuk beribadah kepada Tuhan. Seruan ibadah yang disampaikan dalam mazmur ini sungguh sangat jelas menerangkan alasan mengapa umat harus bersorak-sorai dan menyembah sujud kepada Allah karena keselamatan hanya pada Dia yang menciptakan segala sesuatu dan menggembalakan umat kepunyaanNya dengan segala perlindunganNya. Dapatlah dikatakan bahwa sesungguhnya jalan keselamatan itu hanya pada Allah.
Dalam Mazmur ini diingatkan pada kita bagaimana sikap ataupun respon nenek moyang umat Israel ketika dinpadang gurun terhadap keselamatan dan perlindungan Tuhan pada mereka. Allah telah memperlihatkan kasihnya dengan segala perbuatannya yang ajaib namun tetap saja umat itu mengeraskan hatinya sehingga tidak dapat melihat dan mengenal jalan keselamatan Tuhan.
Kita dapat belajar dari umat Israel dalam menanggapi karya keselamatan Allah, mereka tidak mampu merespon dan menghayati perbuatan Allah secara holistic ataupun menyeluruh, namun mereka hanya melihat perbuatan Allah hanya dari satu sisi saja yaitu melihat kondisi/situasi tanpa iman pada Allah bahwa mereka hidup dibawah kuasa janji keselamatan Tuhan. Sungut-sungut dan kekawatiran menjadi bahagian hidup yang tidak melihat hidup dengan iman.
Baiklah kita mensyukuri Anugerah Allah yang masih memberikan kita waktu kesempatan menyanyikan syukur pujian atas kebesaranNya dan tidak mensia-siakan FirmanNya. Baiklah kita mendengarkan seruanNya dengan Iman yang teguh karena itu adalah seruan keselamatan kita. Buka hati untuk suara Tuhan dan menjalani hidup berdasar pada seruan FirmanNya. Biarlah hidup yang kita jalani menjadi pujian syukur kepada Allah dan meninggalkan ibadah yang hanya rutinitas yang tidak berdampak, namun ibadah menjadi daya dorong yang kuat untuk melakukan Firman Tuhan.
Kita sikapi hidup dengan iman kepada Tuhan Yesus dan bukan dengan kekuatan manusia apalagi dengan sungut-sungut dan kekawatiran. Keselamatan kita adalah di dalam Nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
[Nabire.Net]


Leave a Reply