INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi 4 Februari 2018, Di Jemaat GKI Is Kijne Wadio Nabire

Ibadah Minggu Pagi 4 Februari 2018, Di Jemaat GKI Is Kijne Wadio Nabire

Bertempat di Gereja GKI Ishak Semuel Kijne Wadio Nabire, telah digelar Ibadah Minggu Pagi, 4 Februari 2018. Ibadah tersebut dipimpin oleh pelayan firman, Pdt. S.P Bisay S.Th.

Sedangkan pembacaan firman Tuhan dalam ibadah ini terambil dari kitab Roma 12:1-8 dengan perikop ‘Persembahan Yang Benar’.

Saat merenungkan firman Tuhan, Pdt. S. Bisay S.Th mengatakan bahwa seringkali orang menganggap bahwa persembahan kepada Tuhan adalah persembahan dalam bentuk materi seperti  persembahan ucapan syukur, persembahan persepuluhan, dan persembahan persembahan yang lainnya saja. Memang hal tersebut benar, namun Tuhan justru menginginkan persembahan yang hidup yaitu tubuh kita seperti yang dikatakan Paulus pada Roma 12:1 yang berbunyi “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Lalu apa maksud mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan hidup ? Pdt. S. Bisay menjelaskan bahwa mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup artinya segala perbuatan, sikap dan ucapan kita sesuai dengan kehendak Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama kita dalam setiap aktivitas dan pelayanan kita.

Lebih lanjut Pdt. S Bisay S.Th mengatakan, yang dikehendaki Tuhan atas kita sebagai orang percaya adalah tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Tidak serupa dalam hal apa? Kalau orang-orang dunia menyerahkan tubuhnya untuk memuaskan hawa nafsu atau keinginan dagingnya, maka kita tidak diperkenan melakukan hal yang serupa, karena tubuh kita adalah milik Tuhan, jadi kita harus mempersembahkan tubuh kita untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk kesenangan daging kita; itulah yang disebut dengan ibadah yang sejati.

Diakhir khotbahnya, Pdt. S. Bisay menegaskan bahwa ibadah yang sejati tidak berbicara tentang jam terbang kita dalam pelayanan, keaktivan kita dalam ibadah atau besarnya jumlah persembahan yang kita bawa ke rumah Tuhan, tapi berbicara tentang mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada Tuhan. Mempersembahkan tubuh kepada Tuhan berarti memisahkan atau mengkhususkan tubuh kita ini hanya untuk Tuhan semata, bukan untuk perkara-perkara duniawi.

Ibadah juga diisi dengan puji-pujian oleh PAM GKI Eltekon Wanggar.

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.