Ibadah Minggu Pagi, 30 Oktober 2016, Di Jemaat GKI Is Kijne Wadio Nabire
Melayani adalah panggilan kehidupan Kristiani, karena Yesus sendiri mengatakan Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Yesus memberikan julukan bagi pengikut-Nya sebagai “garam dan terang” artinya hidup bukan untuk dirinya tapi untuk orang lain. Melayani membutuhkan motivasi yang kuat dan benar, karena tanpa motivasi yang kuat dan benar, pelayanan itu tidak akan sampai pada tujuan yang benar. Minggu ini kita diingatkan kembali tentang motivasi yang benar dalam pelayanan.
Demikian kutipan khotbah ibadah minggu pagi, 30 oktober 2016, di jemaat GKI Is Kijne Wadio, yang dipimpin oleh pelayan firman, Pdt. Maryani Tambunan S.Th, dengan mengangkat firman Tuhan dari injil Matius 20:20-28, dengan nats “Permintaan ibu Yakobus dan Yohanes, Bukan memerintah melaikan melayani”.
Dalam renungan khotbahnya, Pdt. Maryani Tambunan S.Th mengatakan bahwa Injil Matius 20:20-28 ini adalah percakapan antara Yesus dengan ibu Yakobus dan Yohanes, yang meminta kepada Yesus agar memberikan perintah supaya anaknya boleh diposisikan di kanan dan kiri Yesus.
Tetapi Yesus menjawab, “kamu tidak tahu apa yang kamu minta”. Sering kali dalam hidup ini kita juga seperti ibu Yakobus dan Yohanes ini, meminta kepada Tuhan menta menurut apa yang baik bagi kita. Tetapi sesungguhnya terlalu kecil kepala kita untuk memikirkan apa yang terbaik bagi kita.
Yesus menyadarkan dan meluruskan kembali tujuan pelayan yang harus mereka pikul, Yesus mengalihkan pikiran mereka dari motivasi duniawi ke pada motivasi yang luhur, yaitu menaggung derita demi keselamatan dunia, yang di simbolkan dengan “cawan”.
Yesus mengatakan barangsiapa yang mau menjadi besar hendaklah ia menjadi pelayan, siapa yang mau menjadi terkemuka hendaklak ia menjadi hambamu, sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani bahkan memberikan nyawa-Nya bagi tebusan banyak orang.
Perbuatan Yesus yang besar adalah memberi tebusan bagi banyak orang, Tebusan adalah suatu harga yang dibayar untuk membebaskan. Dalam karya penebusan Kristus, darah dan nyawa-Nya menjadi tebusan (bayaran) untuk membebsakan manusia dari belenggu dosa (bdk. 1 Pet.1:18-19). Orang yang besar dimata Tuhan adalah mereka-mereka yang melakukan “teologi-teologi pembebasan” atau tindakan-tindakan memerdekakan.
Mungkin ada diantara kita ada yang berpikir wah terlalu mulia dan terlalu berat untuk menjalankan tugas pelayanan yang dapat memerdekakan. Tapi jangan katakan saya tidak sanggup karena tema kita mengatakan orang yang mengikut Yesus mampu melayani.

Ibadah juga diisi dengan sakramen Perjamuan Kudus dan pelantikan panitia pembangunan gereja GKI Is Kijne Wadio.
[Nabire.Net]



Leave a Reply