INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi, 29 April 2018, Di Jemaat GPT Kristus Raja Kalinona Nabire

Ibadah Minggu Pagi, 29 April 2018, Di Jemaat GPT Kristus Raja Kalinona Nabire

Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja, Jemaat Kalinona Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Minggu Pagi, 29 April 2018.

Ibadah dipimpin oleh pelayan firman Pdm. Surya Roreng, dan bahan renungan diambil dari Kitab Ulangan 1:28-33 dengan tema khotbah “Menjadi atau Tidak Menjadi”.

Dalam khotbahnya Pdm. Surya Roreng mereview sedikit pembacaan Firman Tuhan minggu sebelumnya tentang Kaleb yang diijinkan Tuhan masuk ke dalam Tanah Kanaan karena Kaleb mempunyai jiwa yang berbeda.

Ayat ini berbicara tentang bangsa Israel yang sering melihat mujizat dari Tuhan tetapi sering mengalami tawar hati.

Mereka (10 pengintai) mengatakan bahwa Tanah Kanaan berisi dengan :

1. Orang-orangnya lebih besar
2. Orang-orangnya lebih tinggi
3. Orang-orangnya Enak.

Bangsa Israel menjadi tawar hati karena perkataan kata-kata dari 10 pengintai.
Kata-kata/ucapan adalah salah satu senjata utama yang membuat seseorang menjadi semangat/maju kedepan, diam ditempat ataupun sebaliknya menjadi tawar hati/mundur.

Dalam kitab “Yakobus 3 : 5” dikatakan bahwa lidah adalah suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah. Lidah adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah. Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini tidak boleh terjadi.  Haruslah kasih sebagai pengikat buat kita.

Ditambahkan dalam kitab Bilangan 14:4 bahwa bangsa Israel ingin mengangkat seorang pemimpin dan ingin pulang ke Mesir. Ini menandakan bangsa Israel mengalami kemunduran karena pengaruh mendengar perkataan kata-kata 10 pengintai itu.

Mengambil contoh dari kitab Kolose 3:20-21 dikatakan bahwa kepada anak-anak untuk mentaati orang tua dalam segala hal karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Kepada bapa-bapa, janganlah sakiti hati anak-anak kita supaya jangan tawar hatinya mereka.

Dalam kitab 1 Tesalonika 5:11 berisi tentang kata ganti pertama, kedua dan ketiga. Saya (Kata ganti pertama) : jangan jadi penghalang dan jangan mau dihalangi orang lain. Kamu (kata ganti kedua) : jangan jadi penghalang dan jangan mau diintimidasi orang lain. Dia (kata ganti ketiga) : jangan biarkan dia jadi penghalang dan jangan jadi penghalang sehingga dia tidak berhasil.

Ibadah diisi juga dengan puji-pujian dari jemaat dan diakhiri dengan sakramen perjamuan kudus.

[Nabire.Net/Eusebius.A]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.