Ibadah Minggu Pagi, 21 Januari 2018, Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire
Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja Kalinona Nabire, telah digelar Ibadah Minggu Pagi, 21 Januari 2018.
Ibadah Minggu Pagi ini dipimpin pelayan firman Pdt. Paulus Appang, dengan bahan renungan diambil dari Kejadian 4:16 bertemakan Kain dan Habel.
Dalam khotbahnya, Pdt. Paulus Appang mengatakan bahwa Kain dan Habel lahir dari pertolongan Tuhan. Kain adalah seorang petani, tetapi Habel adalah seorang pengembala domba dan kambing. Petani mendapat hasil garapan dari tanah sedangkan pengembala mendapatkan hasil dari domba dan kambingnya.

Pesannya adalah kita harus mengucap syukur atas apa yang kita hasilkan. Pertanyaannya, mengapa korban persembahan Habel diindahkan oleh Allah tetapi korban persembahan Kain tidak diindahkan oleh Allah ? Dalam ayat 3 dan 4 dijelaskan bahwa Kain hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu sebagai korban persembahan tetapi Habel, mempersembahkan anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya, yaitu gambaran persembahan yang terbaik.
Ditambahkan dalam Ibrani 11:4 dikatakan bahwa karena iman, Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu Habel memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa Habel benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu.
Ditambahkan lagi dalam Ibrani 12:24 bahwa Yesus hadir sebagai pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. Dalam kitab Ibrani 10:1 dikatakan bahwa di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Tetapi dijelaskan dalam Kitab Roma 12:1 dikatakan bahwa supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadah kita yang sejati.


Ibadah juga diisi dengan pujian jemaat, puji-pujian sekolah minggu dan adanya sakramen perjamuan kudus.
[Nabire.Net/Eusebius.A]



Leave a Reply