Ibadah Minggu Pagi 18 April 2021, Gereja GKII Bukit Sion Portanigra Bumi Wonerejo

Nabire, Bertempat di Gereja GKII Jemaat Bukit Sion Portanigra, Bumi Wonorejo, Nabire, telah dilaksanakan ibadah minggu pagi (18/04/21).

Dalam ibadah ini, pujian dibawakan oleh Rayon IV, Anak dan Remaja, serta diisi kesaksian dari Deni Magai.

Sementara itu dalam ibadah ini juga diumumkan jadwal kebaktian keluarga untuk ibadah Perkaria, Perkawan, Pemuda serta ibadah anak dan remaja.

Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh Pdt.Oktopianus Tebai, S.Thm dengan tema khotbah “Tujuh Cawan Murka Allah.

Dikataka, tujuh cawan murka Allah dapat disebut baik, akan tetapi sebab rasanya sangat menyakitkan jika kita tidak bertobat. Murka Allah adalah tanpa pakai masa dan periode

“Malaikat yang pertama ia sedang menyiapkan cawannya untuk ditumpahkan diatas dunia, akibat kelakuan manusia terhadap Allah. Berdasarkan¬† kitab wahyu 16:2, malaikat yang kedua menumpahkan keatas laut; maka airnya menjadi darah seperti darah orang mati, dan matilah segalah yang bernyawa, yang hidup di dalam laut. kapal-kapal di laut akan terbakar menjadi abu,” kata Pdt Obeth.

Lanjutnya, berdasarkan kitab Wahyu 16:3, malaikat yang ketiga menumpahakan cawannya atas sungai-sungai mata-mata air, dan semuanya menjadi darah, manusia pun akan mati. Pada kitab wahyu 16:4 dan wahyu 16:4-7
malaikat yang keempat menjatuhkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api; maka matahari menjadi api dan bulan menjadi api, orang-orang akan mati karena panas matahari api dan bulan.

Berdasarkan uraian diatas pada kitab wahyu 16:8,9, malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap.

Berdasarkan uraian diatas terdapat pada kitab wahyu 16:10,11, malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, lalu keringlah airnya, sungai mapia mambramo itu akan kering. Berdasarkan uraian diatas terdapat dalam kitap pada wahyu 16:12-16

Malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “sudah terlaksana.

Diakhir khotbahnya, Pendeta menyimpulkan bahwa firman Tuhan yang sudah didengar tersebut dimaksudkan bahwa tujuh murka Allah adalah tanda kedatangan kedua kalinya Tuhan.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *