Ibadah Minggu Advent I, 27 November 2016, Di Jemaat GKI Is Kijne Wadio Nabire
Jauh sebelum adanya gerakan emansipasi, Alkitab sudah mencatat adanya perempuan-perempuan yang dipakai Tuhan luar biasa untuk menyatakan rencana dan kuasaNya. Tuhan tidak hanya memakai paa pria. Tetapi Tuhan juga memakai para wanita. Salah satunya adalah Debora.
Demikian kutipan Ibadah Minggu Pagi, Minggu Advent I, 27 November 2016, di Jemaat GKI Ishak Semuel Kijne Wadio. Ibadah ini dipimpin oleh Pelayan Firman, Pdt. Mariani Tambunan S.Th, dan mengangkat bacaan Firman dari Kitab Hakim-Hakim 4:1-10 dengan perikop “Debora & Barak.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Mariani Tambunan S.Th, mengatakan, Kitab Hakim-Hakim 4:1-24 ini memberikan gambaran tentang kehidupan orang Israel pasca kematian Ehud, yang menjadi Hakim dan memerintah Israel selama 80 tahun. Setelah masa itu, orang Israel berbuat jahat di mata Tuhan, sehingga Ia harus menyerahkan bangsa itu di bawah tekanan raja Kanaan, Yabin dengan panglima tentaranya Sisera. Selama masa ini, kehidupan orang Israel dipenuhi penderitaan berat.
Kemudian bangsa itu mendatangi Debora, seorang nabiah yang memerintah di Israel, untuk mengadukan kondisi mereka. Selanjutnya, Debora memerintahkan seseorang untuk memanggil Barak bin Abinoam dari Naftali. Tujuannya, supaya ia menjadi pimpinan tentara Israel untuk berperang dengan bangsa Kanaan. Hal ini sesuai dengan perintah Tuhan, sebagaimana dikatakan oleh Debora, “Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau” (Hak 4:6).

Namun, apakah yang terjadi ? Barak menjawab Debora dengan perkataan: “Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju” (Hak 4:86). Perkataan Barak ini menunjukkan bahwa ia tidak memiliki keyakinan akan firman Tuhan yang dikatakan oleh Debora, khususnya tentang janji penyertaan Tuhan atas umat Israel, uga menunjukkan bahwa Barak lebih takut kepada musuh bangsa Israel yang terkenal kuat dengan kereta perang besinya.
Pelajaran rohani yang penting bagi orang Kristen masa kini adalah, seringkali pergumulan hidup kita tidak dapat diselesaikan, karena kita tidak lagi percaya akan firman Tuhan, juga pada penyertaan-Nya atas hidup kita. Jika kita percaya kepada firman serta penyertaan Tuhan, maka semua persoalan hidup kita pasti dapat diselesaikan.
Kita terlalu melihat masalah lebih besar daripada percaya kepada Tuhan. Seharusnya kita menyadari bahwa setiap masalah tidaklah lebih besar dan berat daripada pemeliharaan Tuhan atas hidup setiap orang percaya.
Ketakutan, kekuatiran seringkali melemahkan iman kita, dan membuat kita tidak yakin sepenuhnya pada firman Tuhan. Mari kita sama-sama meyakini dan mengingat bahwa firman Tuhan adalah ya dan amin. Tidak mudah untuk memiliki keyakinan yang kuat tanpa tergoyahkan, tapi bukanlah satu hal yang mustahil untuk mencapainya. Jangan menyerah dan terus percaya, maka kehormatan yang luar biasa akan kita peroleh. Ambil setiap kesempatan untuk melayani yang lewat di hadapan kita.

Ibadah Minggu Advent I di Jemaat GKI Is Kijne Wadio ini juga diisi dengan pujian solo.
[Nabire.Net]



Leave a Reply