INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Bible Study Kamis Malam 22 Maret 2018, Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire

Ibadah Bible Study Kamis Malam 22 Maret 2018, Di Jemaat GPT Kristus Raja Nabire

Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja, Jemaat Kalinona Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Pembelajaran Alkitab (Bible Study), kamis malam 22 Maret 2018.

Ibadah tersebut dipimpin pelayan firman Pdt. Paulus Apang, dengan pembacaan firman dari Yohanes 12:1-8 dengan nats ‘Yesus Diurapi di Bethani’.

Dalam khotbahnya Pdt. Paulus Apang mengatakan bahwa Yesus makan bersama-sama dengan murid-muridNya dan bersama Lazarus serta ada Maria dan Martha yang sedang melayani perjamuan makan itu.

Dalam ayat 3 dikatakan bahwa Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Maria menggambarkan yaitu menjadi Kaki Dian yang menerangi rumah itu dan membuat wangi di rumah itu. Wangi itu menggambarkan pengorbanan dan penyembahan. Menurut kitab Matius 26 :6-7 dikatakan bahwa Yesus makan di rumah si simon yang sedang sakit kusta.Menurut kitab Yohanes 12 :1-8 dikatakan bahwa Yesus makan di rumah Lazarus.

Yesus diurapi dari rambut sampai ke kaki. Itu menggambarkan ketika kita ingin masuk dalam suatu penyembahan kepada Tuhan, penyembahan itu harus berasal dan masuk ke seluruh tubuh kita.

Dalam ayat 8 dst dikatakan bahwa Murid-murid menjadi gusar dan menuang minyak itu sebagai pemborosan. Tetapi dalam ayat 10 Yesus mengetahui pikiran murid-murid dan berkata mengapa kalian murid-murid menyusahkan perempuan ini ? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada Yesus.

Kata “Menyusahkan” ini menggambarkan bahwa ketika kita masuk dalam penyembahan, kita tidak boleh disusahkan / tidak boleh diganggu.

Suatu teladan buat kita orang-orang Kristen adalah bahwa kemana Yesus pergi, selalu bersama-sama dengan murid-murid. Ini menggambarkan bahwa tentang suatu persekutuaan bersama-sama dan suatu pengorbanan serta penyembahan bersama-sama. Dalam gerejapun kita tidak boleh ada perbedaan, tidak boleh ada perpecahan. Tetapi kita harus saling merangkul dalam pelayanan. Itulah tanda satu tubuh Kristus.

Ibadah diawali dengan puji-pujian dari sidang jemaat dan diakhiri dengan adanya sakramen perjamuan kudus.

[Nabire.Net/Eusebius.A]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.