INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Akhir Bulan September 2016, Di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire

Ibadah Akhir Bulan September 2016, Di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire

tabernakel

(Foto.Yubelina.I)

Sebagai bentuk ucapan syukur atas penyertaan dan perlindungan Tuhan di sepanjang bulan september 2016, maka bertempat di Gereja GKI Tabernakel Nabire, digelar Ibadah Akhir Bulan September 2016 (30/09).

Ibadah ini dipimpin oleh Pelayan Firman Pdt. J. Mbaubedari, dengan mengambil pembacaan Firman dari Kitab Pengkhotbah 9:13-18.

Dalam khotbahnya, Pelayan Firman Pdt. J. Mbaubedari S.Th mengatakan, pada kitab Pengkhotbah pasal 9 dikatakan “Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh”.

Pembacaan ini mengisahkan tentang sebuah kota kecil yang berada dalam  situasi yang genting karena kepungan dari seorang raja yang memiliki pasukan yang sangat kuat.  Rupanya di dalam kota kecil itu terdapat seorang yang miskin tapi bijaksana.  Yang tidak jelas dalam cerita itu adalah apakah penduduk kota itu meminta nasehat orang yang bijak itu dan mengambil tindakan yang disarankannya, dengan demikian menyelamatkan kota itu, lalu melupakannya. Atau mungkin penduduk kota itu lupa akan keberadaannya di kota itu. Mereka tidak berpaling kepada dia pada saat yang kritis dan menyelamatkan diri mereka sendiri. Mereka melupakan dia dan kota itu jatuh ke tangan musuh.

Dalam kehidupan ini, kita pun dapat melihat bagaimana orang dengan begitu mudahnya melupakan kebaikan orang lain.  Anda pun bisa melakukan sejumlah kebaikan dan pelayanan besar tetapi mereka yang mendapat manfaat dari perbuatan kita itu hanya sekejap mengingatnya dan kemudian melupakannya.

Bahkan ada yang tidak pernah mengucapkan terimakasih padahal mereka merasakan manfaat dan hasil dari apa yang Anda kerjakan.  Atau seperti ini: Anda adalah seorang yang baik, hidup saleh dan taat kepada firman Tuhan, tetapi secara ekonomi Anda miskin, maka yang terjadi adalah Anda akan sulit diingat oleh keluargamu ataupun sesamanya.  Sebab sifat manusia pada umumnya hanya memperhatikan segi jasmani daripada segi rohani. Anda boleh tidak rohani asal Anda kaya, maka banyak orang akan mengikuti Anda.

Tetapi apakah yang seperti itu yang dikehendaki Tuhan?  Allah tidak pernah memandang seseorang dari segi penampilan luar, entah itu kekayaan, kepintaran ataupun kedudukannya, tetapi Allah melihat hati yang mengasihi Dia. Di mata Tuhan, orang yang disebut bijaksana adalah orang yang takut akan Tuhan dan mengasihi Dia, bukannya orang yang banyak uang dan berkuasa.

Jadi, sekalipun kita tidak diperhatikan orang, bahkan tidak ada ucapan terimakasih yang kita terima padahal kita telah melakukan perbuatan-perbuatan baik yang membantu orang lain; janganlah kita kecewa tetapi tetaplah bersemangat!  Kita hidup dan berbuat kebaikan bukan untuk mengharapkan balasan ataupun sanjungan, tetapi kita melakukannya karena kita mengasihi Tuhan.

“Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian,” demikian dikatakan Amsal 14:33. Salah satu cara untuk memahami hikmat dari Roh Kudus adalah dengan mendengarkan nasihat orang lain dan belajar dari satu sama lain.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.