Gara-Gara Uang Ojek, SR Berduel Dengan YD Dan SA Di Depan Pasar Oyehe Nabire

Nabire – Warga sekitar Pasar Oyehe, Distrik Nabire Kota, kabupaten Nabire, sempat dihebohkan dengan perseteruan yang terjadi antara seorang pengemudi ojek dengan dua warga, di depan Pasar Oyehe pada hari Minggu (16/12). Buntut dari perseteruan tersebut, kedua warga berinisial YD dan SA ditikam oleh pengemudi ojek berinisial SR. Lantas, bagaimana kronologis kejadiannya ? Berikut penjelasan Kapolres Nabire, AKBP Sonny Tampubolon S.IK, seperti dilansir Nabire.Net dari Humas Polres Nabire.
Cerita bermula saat YD yang sedang bersantai di Pantai Nabire, memesan ojek dengan tujuan ke Pasar Oyehe, sekitar minggu sore (16/12), pukul 17.00 wit. Pengemudi ojek yang mengantarkan YD adalah SR. YD kemudian diantar menuju Pasar Oyehe dan turun di depan pintu gerbang kedua Pasar Oyehe.
Selanjutnya, YD turun dan merogoh uang sebesar 50 ribu untuk membayar ojek. Adapun harga ojek dari Pantai Nabire ke Pasar Oyehe sebesar 5 ribu. Karena SR tak memiliki uang kembalian, ia pun meminta YD untuk menukar uang kecil di sekitar Pasar. YD pun pergi.
Namun karena YD tak kunjung muncul, SR yang tak mau rugi kemudian mencari YD di dalam Pasar. Setelah berkeliling akhirnya SR berjumpa dengan YD di sebuah toko pakaian.
Singkat cerita, SR pun meminta uang jasa ojek sebesar 5 ribu dari YD. Tapi entah mengapa, YD enggan untuk memberikan uang tersebut kepada SR. Akibatnya, perdebatan pun tak bisa dihindarkan. Perdebatan tersebut sampai menyita perhatian para penjual pakaian di sekitar lokasi YD dan SR bertemu.
Entah ada angin apa, YD langsung memukul SR, tapi sayang pukulan YD ditangkis dengan sigap oleh SR menggunakan pisau badik yang dibawanya. Pukulan tak mengenai sasaran, tangan YD yang justru terluka karena terkena tangkisan badik milik SR.
Merasa terpojok, YD akhirnya bersedia membayar 5 ribu perak sebagai uang jasa pembayaran ojek yang ia gunakan dari Pantai Nabire ke Pasar Oyehe.
Sampai disini, perseteruan keduanya belum tuntas. YD meminta SR untuk membawanya ke Rumah Sakit akibat luka yang ia alami di tangan karena terkena pisau badik milik SR. Karena merasa iba, SR akhirnya bersedia mengantarkan YD ke Rumah Sakit.
Saat hendak menuju motor milik SR, YD berjumpa dengan temannya berinisial SA. Menggunakan bahasa daerah, YD dan SA berbincang-bincang, tentu perbincangan keduanya tidak diketahui SR, karena SR tidak paham bahasa daerah yang digunakan YD dan SA.
Tuntas berbincang-bincang, tiba-tiba SA, yang baru bertemu dengan rekannya YD, mengambil sebuah batu. Batu itu ia genggam. YD dan SA berjalan mendekati motor SR.
Karena curiga, SR bertanya mengapa SA menggenggam batu ? SA pun menjawab dengan santainya bahwa tidak ada apa-apa, dan meminta SR untuk santai saja.
Saat mendekati motor SR, SR pun menyalakan motornya. Namun YD dan SA berusaha merampas kunci motor milik SR. Kepada SR, YD dan SA mengatakan akan meminta denda sebesar 10 juta kepada SR.
Kaget dengan permintaan YD dan SA, SR tak tinggal diam dan menjawab bahwa dirinya tidak bersalah. SR menuding YD-lah yang tidak kooperatif dalam membayar uang ojek. Terjadilah perdebatan diantara ketiganya.
Ditengah-tengah perdebatan, YD mengambil sebuah kayu balok yang ada di sekitar lokasi. Kayu balok tersebut kemudian digunakan YD untuk memukul SR. Lagi-lagi pukulan YD bisa ditangkis menggunakan tangan kiri SR.
Merasa terancam, SR kemudian mencabut pisau badiknya dan mengayunkannya ke arah YD. Hidung YD pun terkena ayunan badik SR hingga terluka.
Karena melihat temannya terluka, SA tak tinggal diam. Ia kemudian mengambil kayu balok yang digunakan YD sebelumnya. Tak menunggu lama, SA memukul SR dengan kayu tersebut. Lagi lagi SR bisa menangkis pukulan kayu balok tersebut dengan tangan kirinya.
Tak terima dipukul, giliran SA yang ditikam oleh SR. Tikaman SR mengenai dada SA. SA dan YD sama-sama terluka akibat sabetan badik milik SR.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut lantas menyuruh SR kabur sebelum ada warga lain yang sedaerah dengan SA dan YD melihatnya.
Belum sempat kabur jauh, pelaku dikejar beberapa warga lain yang sedaerah dengan SA dan YD. SR memutuskan lari. Namun ia berhasil ditangkap dan dikeroyok di jalur hijau depan Pasar Oyehe.
Beruntung petugas kepolisian segera datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan membawa SA dan YD ke Rumah Sakit. Sementara SR diamankan aparat di Mapolres.
“Tindakan yang sudah dilakukan oleh kami adalah, mengamankan pelaku SR, mendatangi TKP, mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan dari para saksi korban, saksi dan pelaku serta permintaan Visum di RSUD, Sementara barang bukti berupa pisau badik belum ditemukan, motor milik terlapor belum ditemukan. Barang bukti yang ada hanya 3 buah kayu balok” ungkap Kapolres Nabire.
Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa kedua korban tidak bersedia untuk memberikan keterangan kepada penyidik terkait perihal yang dialaminya.
[Nabire.Net]


Leave a Reply