Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Yusuf Yambeyabdi, ST, MT mengungkapkan, Kementerian Perhubungan bakal melakukan pengembangan bandara di Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nabire.
”Untuk pengembangan bandara ini kan lebih kepada kebutuhan perintis, kalau Kementerian Perhubungan itu mengakomodasi perhubungan perintis“, kata Yusuf Yambeyabdi kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Selasa (19/1/2016) kemarin. .
Dikatakan, Pemprov Papua melalui Dinas Perhubungan Provinsi Papua hanya mendukug apa yang direncanakan di kabupaten termasuk mensuport pengembangan bandara.
“salah satu bandara yang dikejar adalah pembangunan dan pengembangan Bandara Wanggar di Kabupaten Nabire, kita sudah MoU dan untuk anggaran dibiayai oleh pusat dan kita harapkan dapat tuntas pada tahun 2018, kita memang mendukung untuk penuntasan pengembangan Bandara Wanggar, karena memang ini salah satu bandara yang lagi dikejar oleh pemerintah pusat, “ harapnya.
Menurutnya, Bandara Wanggar, Kabupaten Nabire merupakan salah satu bandara yang strategis didalam mendukung percepatan pembangunan kawasan pegunungan bagian barat, bahkan bisa menjadi hub bagi kawasan itu.
Sebelumnya Gubernur Papua, Lukas Enembe berharap Bandara Wanggar Nabire bisa menjadi bandara penghubung (hub) bagi beberapa kabupaten di daerah pegunungan tengah Papua, karena selama ini semuanya mengandalkan armada dari Jayapura saja.
Untuk pembangunan Bandara Wanggar Nabire ini, diakui Kadishub Yusuf, ada beberapa syarat-syarat yang harus dilengkapi Pemkab Nabire, terutama tentang status lahan bandara, proses administrasi dan dokumen amdalnya, dan beberapa hal teknis di bandara yang harus diperbaiki.
Namun, hal itu semua sudah disepakati Bupati Nabire, Isaias Douw dan tinggal diusulkan Kepala Dinas Perhubungan kepada Kementerian Perhubungan.
Kadishub mengatakan saat ini yang dikerjakan dalam APBD provinsi dan kabupaten dari sisi udaranya, yakni total panjang yang sudah dilaksanakan provinsi 1500 meter, sedangkan yang dilakukan oleh kabupaten sepanjang 1000 meter, sehingga totalnya 2.500 meter.
“Nah, dari 2500 meter ini yang sedang ditingkatkan sesuai dengan standar-standar pedomanan pembangunan bandara. Diharapkan tahun ini dalam konteks peningkatan sampai dengan total 2500 meter yang direncanakan bisa selesai, dari sisi udara dari runway sampai appround,” katanya.
Untuk sisi daratnya, parkir, ruang tunggu, terminal dan lainnya, sehingga masih banyak yang harus dikerjakan.
Leave a Reply