INFO PAPUA BARAT
Home » Blog » Diduga Ada Money Politic, Mahasiswa Protes Pencalonan Rektor UNIPA

Diduga Ada Money Politic, Mahasiswa Protes Pencalonan Rektor UNIPA

(Diduga Ada Money Politic, Mahasiswa Protes Pencalonan Rektor UNIPA)

Manokwari – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam aksi Solidaritas Mahasiswa Peduli Kampus Universitas Papua (UNIPA) gelar penyampaian aspirasi di depan pintu gerbang UNIPA, Senin (22/4/2024).

Aksi penyampaian aspirasi yang dilaksanakan oleh Solidaritas Mahasiswa Peduli Kampus UNIPA ini dipimpin oleh Koordinator Aksi, Imanuel Yagobi.

Dalam aksi itu, para mahasiswa membawa sejumlah pamflet maupun baliho bertuliskan poin-poin aspirasi. Imanuel Yogobi dalam aksi itu memberikan arahan kepada para mahasiswa untuk kembali berkumpul di depan Sekertariat Badan Eksekitfi Mahasiwah (BEM) karena aksi mereka telah direspon pusat karena sudah ada komunikasi langsung antara pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) dengan pihak UNIPA.

“Meskipun sudah ada komunikasi, tapi kami akan tetap mengawal proses ini hingga aspirasi kami dijawab. Kalau tuntutan dan aspirasi kami tidak didengar, maka kami akan kembali melakukan aksi yang sama,” tegas Yogobi.

Pada kesempatan itu, Yogobi, mendesak Kemristekdikti untuk segera menunda proses pemilihan calon Rektor Unipa periode 2024-2028 sementara waktu, sebab ada dugaan ada dugaan money politic dan tawaran janji jabatan yang dimainkan oleh oknum tertentu bersama timnya dalam proses pemilihan calon Rektor UNIPA.

Menurutnya, kampus merupakan lembaga pendidikan, maka proses pemilihan calon Rektor harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran keadilan dan jujur. Untuk itu,  pihaknya menyampaikan beberapa poin pernyataan sikap yakni menolak dengan tegas politik praktis di kampus UNIPA.

Kedua, Menolak indikasi tawaran jabatan. Ketiga, menolak money politic. Keempat, menolak indikasi kecurangan dalam pemilihan rektor.

Kemudian yang kelima, pemilihan rektor harus menjujung tinggi keadilan kejujuran kebenaran dari jiwa perguruan tinggi dan terakhir, meminta penundahan pemilihan rektor dan tim investigasi dari kemenristekdikti harus melakukan audit terhadap dugaan tersebut.

“Aksi hari ini murni dari mahasiswa, sebab kami melihat situasi saat ini dalam proses pemilihan Rektor tidak sedang baik-baik saja. Ada sejumlah pemberitaan media terkait dugaan praktek politik praktis yang dimainkan calon Rektor tertentu Aksi hari ini untuk mendesak tim Kemristekdikti agar dapat melakukan investigasi terhadap dugaan praktek politik praktis di lingkup Kampus, agar tidak menjadi isi liar di publik. Kami akan mengawal proses pemilihan Rektor. Ketika tidak sesuai dengan aturan, maka kami akan kembali lakukan aksi yang sama dan melumpuhkan aktifkan kampus,” tandas Yogobi. (*)

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.