Sopir Lapor 7 Orang Bawa Senjata di Jalur Nabire–Manokwari, Aparat Tingkatkan Siaga
Manokwari, 8 Maret 2026 – Aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan di wilayah perbatasan Provinsi Papua Barat dan Papua Tengah setelah adanya laporan dugaan pergerakan kelompok bersenjata di jalur darat Nabire–Manokwari.
Informasi awal diterima oleh Babinsa Tahota, Serma Albert, pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIT dari seorang sopir rute Manokwari–Nabire–Manokwari berinisial B.
Dalam laporannya, B mengaku bertemu dengan tujuh orang asli Papua (OAP) yang diduga membawa tiga pucuk senjata api saat melintas di wilayah Kampung Windesi menuju pertigaan sebelum Kampung Wamnesa.
Lalu B menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIT ketika dirinya berangkat dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Manokwari menggunakan truk angkutan.
Sekitar pukul 18.00 WIT, saat melintas di Kampung Windesi, kendaraan yang dikemudikannya dihentikan oleh tujuh orang OAP yang kemudian meminta untuk menumpang.
Perjalanan berlanjut hingga Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIT, ketika rombongan tersebut meminta untuk diturunkan di sebuah jembatan yang berjarak sekitar tiga kilometer sebelum Kampung KM 20.
Setelah turun dari kendaraan, ketujuh orang tersebut berjalan menuju arah sungai di sekitar lokasi.
Sopir B mengaku melihat tiga pucuk senjata yang dibawa oleh kelompok tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa masing-masing orang membawa noken atau tas kecil.
Karena merasa khawatir, ia tidak berani mengambil dokumentasi maupun melaporkan kejadian tersebut pada malam hari.
Selain itu, B juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengenali ketujuh orang tersebut dan meyakini mereka bukan warga dari kampung sekitar.
Berdasarkan analisis awal aparat keamanan, keberadaan tujuh orang dengan tiga pucuk senjata tersebut diduga merupakan kelompok bersenjata yang bergerak dari wilayah Papua Tengah menuju perbatasan Papua Barat.
Pergerakan tersebut diperkirakan dilakukan dengan berjalan kaki untuk menghindari pemantauan dan pemeriksaan di pos-pos keamanan.
Lokasi penurunan di sekitar jembatan sebelum Kampung Wamnesa juga dinilai memungkinkan kelompok tersebut bergerak menuju wilayah Kabupaten Teluk Wondama atau Kabupaten Teluk Bintuni.
Saat ini aparat keamanan masih melakukan pendalaman informasi serta berkoordinasi dengan berbagai satuan intelijen untuk mengidentifikasi dan memastikan keberadaan kelompok tersebut.
Selain itu, aparat juga meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan.
[Nabire.Net]


Leave a Reply