Dekranasda Kabupaten Deiyai Terima Penghargaan Peserta Pameran Dekranas 2026
Makassar, 14 Juli 2026 – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai menerima Piagam Penghargaan sebagai Peserta Pameran Dekranas dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif Dekranasda Deiyai dalam memperkenalkan produk kerajinan dan budaya khas daerah kepada masyarakat Indonesia melalui ajang pameran berskala nasional.
Piagam penghargaan diberikan kepada Dekranasda Kabupaten Deiyai sebagai salah satu peserta yang turut menyemarakkan pameran HUT Dekranas ke-46. Kegiatan tersebut mempertemukan para perajin, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengurus Dekranas dan Dekranasda dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Pameran menjadi wadah promosi sekaligus ruang bertukar pengalaman dalam mengembangkan industri kerajinan berbasis budaya lokal.
Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Deiyai dalam pameran nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Mee kepada masyarakat luas. Berbagai produk unggulan hasil karya para perajin lokal dipamerkan, mulai dari noken berbahan kulit kayu atau bebi, topi rajutan tradisional, koteka sebagai pakaian adat laki-laki, moge sebagai pakaian adat perempuan, sisir tradisional, pita, hingga beragam aksesori khas Deiyai yang seluruhnya dibuat secara tradisional dengan mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain menjadi ajang promosi, pameran juga memberikan kesempatan bagi para perajin untuk memperkenalkan keunikan produk lokal yang memiliki nilai seni dan filosofi budaya tinggi. Pengunjung dari berbagai daerah dapat mengenal lebih dekat kerajinan khas Deiyai yang mencerminkan identitas masyarakat adat sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Papua kepada khalayak nasional.
Piagam penghargaan tersebut diterima bersamaan dengan rangkaian kegiatan puncak HUT ke-46 Dekranas yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.” Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, jajaran pengurus Dekranas pusat, para Ketua Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota, serta ribuan pelaku UMKM dan perajin dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua Dekranasda Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., M.KM., mengatakan penghargaan yang diterima merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, khususnya para perajin lokal yang selama ini terus berkarya melestarikan budaya melalui produk kerajinan tradisional.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melestarikan budaya, mendukung para perajin lokal, dan meningkatkan kualitas produk kerajinan khas Deiyai agar semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Fransina.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran Dekranas bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan, tetapi lebih penting sebagai sarana memperkenalkan identitas budaya Kabupaten Deiyai kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, berbagai produk kerajinan yang dipamerkan memiliki nilai budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Mee.
Fransina menambahkan, kegiatan pameran tingkat nasional juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM dan perajin untuk membangun jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pemasaran produk sehingga kerajinan khas Deiyai dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Melalui pameran seperti ini, kami memiliki kesempatan membangun jejaring, memperluas pasar, sekaligus memperkenalkan budaya Deiyai kepada masyarakat dari berbagai daerah. Ini menjadi langkah penting agar produk lokal semakin memiliki daya saing,” katanya.
Partisipasi dalam HUT Dekranas ke-46 juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Produk kerajinan tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi media pelestarian kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, keberadaan Dekranasda memiliki peran strategis dalam membina para perajin agar mampu meningkatkan kualitas produk tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang melekat.
Bagi Kabupaten Deiyai, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa produk-produk kerajinan lokal memiliki potensi untuk dikenal lebih luas. Keikutsertaan dalam pameran nasional juga memberikan kesempatan bagi daerah untuk memperkenalkan potensi wisata budaya sekaligus mendorong tumbuhnya minat masyarakat terhadap produk-produk asli Papua.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah di Indonesia terus memperkuat sektor UMKM dan kerajinan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat. Melalui Dekranas, pemerintah berupaya menghadirkan ruang promosi dan pembinaan sehingga para perajin memiliki kesempatan mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat internasional.
Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dekranasda menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kerajinan lokal melalui pembinaan, promosi, serta peningkatan kapasitas para perajin. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Mee.
Penghargaan yang diterima pada HUT ke-46 Dekranas 2026 di Makassar diharapkan menjadi semangat baru bagi para perajin dan pelaku UMKM di Kabupaten Deiyai untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan produk-produk unggulan yang mampu mengangkat nama daerah pada berbagai ajang nasional maupun internasional. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kerajinan khas Deiyai diharapkan semakin dikenal sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar