INFO NABIRE
Home » Blog » Dandim 1705/Nabire bersama Kapolres Nabire Kunjungi Rumah Duka Korban Penikaman OTK

Dandim 1705/Nabire bersama Kapolres Nabire Kunjungi Rumah Duka Korban Penikaman OTK

Dandim 1705/Nabire bersama Kapolres Nabire Kunjungi Rumah Duka Korban Penikaman OTK
(Dandim 1705/Nabire bersama Kapolres Nabire Kunjungi Rumah Duka Korban Penikaman OTK)

Nabire, Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama manusia khususnya warga yang berada di kabupaten Nabire yang mendapat musibah, Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Doni Firmansah dan Kapolres Nabire, AKBP I. Made Ketut Suarnaya, mengunjungi rumah duka almarhum Abdullah, pengemudi ojek yang menjadi korban penganiayaan oleh OTK di Nabire.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1705/Nabire mengucapkan turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga korban penikaman, dan kejadian kali ini adalah kejadian ketiga yang dilakukan oleh OTK.

(Baca Juga : Ojek yang Ditikam OTK di Nabire Meninggal Dunia, Ini Penyebab Kematian Korban Secara Medis)

Pada kesempatan tersebut Dandim 1705/Nabire menekankan kepada pengurus ojek serta anggota ojek bahwa dalam mengatasi dan mengantisipasi terjadi lagi penikaman, apabila ada ojek mengangkut penumpang di jalan, agar ditanya identitas penumpangnya.

Selain itu, pengemudi ojek harus tahu asal dan tujuan penumpang tersebut dan diberitahukan kepada ojek lain sehingga diketahui ojek lain.

Lanjut Dnadim, setiap ojek harus mempunyai group dalam beroperasi mencari penumpang seperti grup whatshap, dll. Harapannya grup tersebut dapat menginformasikan bahwa ojek yang bersangkutan mangantar penumpang ke tempat yang dituju, guna diketahui teman-teman ojek lainnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Nabire menambahkan, kedepannya ojek-ojek di Nabire akan diupayakan menjadi ojek online agar diketahui identitas lengkapnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kejadian-kejadian penikaman seperti saat ini.

Akan tetapi untuk ojek online memerlukan proses lama, untuk itu mulai sekarang seperti yang Dandim 1705/Nabire tekankan setiap ojek harus mempunyai grup sms atau Whatsapp.

Selain membuat grup sms/whatshap, Kapolres juga berharap agar Ketua Ojek harus bekerja keras dan memberikan penekanan kepada anggota-anggota ojek yang lama maupun yang baru, agar wajib mempunyai grup Whatsapp guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti saat ini.

“Saya sebagai Kapolres Nabire dan Dandim 1705/Nabire akan berusaha untuk mencari pelaku. Selain itu saya juga akan selalu menghimbau kepada masyarakat baik lewat media dan lainnya demi keamanan dan ketertiban di Kab. Nabire,” tegas Kapolres Nabire.

Bapak Mais Imburi selaku pengurus ojek helm putih di Nabire mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga almarhum, dan menyarankan kepada Kapolres Nabire dan Dandim 1705/Nabire serta pemerintah untuk membentuk pos terpadu di daerah rawan agar dapat memberikan keamanan kepada warga Nabire khususnya ojek.

Sebagai informasi, seorang pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek, ditemukan dalam kondisi tertikam oleh Orang Tak Dikenal, sekira pukul 10.45 WIT, Senin (19/12/2022) di Kampung Harapan kabupaten Nabire, Papua Tengah.

(Baca Juga : Tukang Ojek Ditikam di Kampung Harapan Nabire, Ini Kasus Ketiga Dalam Sebulan Terakhir)

Korban diketahui bernama Abdullah, Warga Jember Jawa Timur, berusia 58 tahun dan beralamat di jalan CH Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, kabupaten Nabire.

Kasus penikaman pengemudi ojek kali ini adalah kasus ketiga yang terjadi dalam sebulan terakhir.

(Baca Juga : Penganiayaan & Pembunuhan Ojek Marak di Nabire, Warga Tidak Puas dengan Pelayanan Aparat Kepolisian)

Kasus penganiayaan tiga pengemudi ojek yang terjadi selama 1 bulan terakhir di kabupaten Nabire mendapat sorotan tajam dari warga masyarakat di kabupaten Nabire. Warga meminta aparat keamanan untuk segera mengungkap kasus tersebut.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.