INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Supir Lintas Jadi Korban Curas di Jalur Trans Nabire-Enarotali, Polisi Kejar Pelaku

Supir Lintas Jadi Korban Curas di Jalur Trans Nabire-Enarotali, Polisi Kejar Pelaku

Dogiyai, Seorang supir lintas bernama Candra menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Trans Nabire–Enarotali, tepatnya di Kampung Ugapuga, Distrik Kamu Timur, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 16.59 WIT. Kasus ini kini ditangani Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Dogiyai.

Candra saat itu mengemudikan satu unit Toyota Rush warna hitam dengan membawa enam orang penumpang. Rombongan diketahui sedang dalam perjalanan dari Kabupaten Madi, Kabupaten Deiyai, menuju Kabupaten Nabire.

Saat tiba di Kampung Ugapuga, korban melihat empat orang yang belum dikenal berdiri di tengah jalan dan melakukan pemalangan. Berdasarkan keterangan awal, tiga orang membawa senjata tajam jenis celurit, sementara seorang anak-anak memegang batu.

Para pelaku kemudian meminta uang kepada korban. Setelah diberikan uang sebesar Rp50.000, rombongan diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Namun, tidak jauh dari lokasi pertama, kendaraan kembali dihadang oleh kelompok tersebut. Korban menjelaskan bahwa dirinya telah memberikan uang sebelumnya. Meski demikian, para pelaku kembali meminta uang dan mengancam akan membunuh serta memotong leher korban.

Dalam situasi tersebut, salah seorang penumpang perempuan kemudian memberikan uang sebesar Rp100.000 kepada para pelaku.

Saat hendak memberikan uang tambahan, dua orang pelaku disebut langsung menodongkan celurit dan membuka pintu kendaraan secara paksa. Pelaku kemudian merampas satu unit telepon seluler merek VIVO milik korban.

Korban berusaha meninggalkan lokasi setelah pelaku mengambil telepon genggamnya. Namun, salah seorang pelaku mengayunkan dan menusukkan celurit ke arah korban hingga mengenai bagian kiri leher.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka terbuka pada leher sebelah kiri.

Setelah berhasil meninggalkan lokasi, korban membawa kendaraannya menuju Koramil 1705-04 Moanemani untuk mendapatkan pertolongan medis. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Polres Dogiyai.

Kasat Reskrim Polres Dogiyai IPDA Almon J. Marpaung, S.H., M.M. mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Kami sudah turun ke lokasi dan melakukan penanganan awal. Saat ini fokus kami adalah penanganan korban dan pengejaran pelaku. Kami imbau masyarakat yang melintas di jalur Trans Nabire-Enarotali agar tetap waspada, terutama di titik-titik rawan. Jika melihat aksi mencurigakan segera laporkan ke Polres atau Polsek terdekat,” ujarnya.

Personel Sat Reskrim Polres Dogiyai telah melakukan pengecekan terhadap kondisi korban di Koramil Moanemani, meminta keterangan awal dari korban dan saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.

Polisi juga mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi dan berencana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap korban serta saksi setelah kondisi korban membaik.

Selain itu, penyidik akan meminta Visum et Repertum, melengkapi administrasi penyelidikan dan penyidikan, serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Hingga Sabtu malam, korban masih menjalani perawatan medis di Koramil Moanemani sehingga belum dapat memberikan keterangan secara lengkap. Sementara itu, para penumpang yang berada dalam kendaraan tersebut telah melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nabire.

Polres Dogiyai menyatakan akan mengusut kasus tersebut dan meningkatkan patroli di sejumlah jalur yang dinilai rawan untuk mencegah kejadian serupa.

Masyarakat yang melintas di jalur Trans Nabire–Enarotali diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila menemukan aksi pemalangan atau aktivitas mencurigakan.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.