Coretan Isi Hati Mahasiswa Papua Kepada Pemerintah Nabire
Kami mahasiswa Papua sangat sulit untuk mengurus KTP di luar Papua. Ketika kami mau urus KTP, kami ditanya mana surat keterangan kartu berdomisili dari Papua dan kami tunjukkan kartu berdomisili tapi diminta bayar 700.000 per orang dan KTP itupun dibuatkan hanya KTP sementara 6 bulan, 6 bulan kemudian kami kembali urus lagi seperti sebelumnya, karena kemapun kami jalan, ditanya mana KTP. Hmm.. Aneh tapi nyata. Sungguh saya sedih perlakuan teman-teman sesama manusia diluar Papua.
Di Papua Nabire semudah itu teman-teman pendatang menerobos masuk menjadi PNS-Penjabat. Tapi,tak apalah biar mereka tahu kasih terhadap sesama manusia tanpa membedakan itu ada di Papua Nabire.
Kami Mahasiswa Papua asal Kabupaten Nabire memohon dengan penuh sedih bahwa, diluar Papua rata-rata ada kontrakan mahasiswa dari setiap Kabupaten di Papua, ada pula dana pendidikan bagi anak yang orang tuanya tidak mampu dan ada juga Dana Studi Akhir namun selama ini khusus dari Nabire tidak ada sama skali.
Terutama kami mahasiswa Suku Mee yang tete nene moyang dan orang tua kami petani tulen dan mereka duluan ada sebelum para penjabat di Nabire. Kami Mahasiswa tuan tanah Nabire dianggap pendatang dari Dogiyai, dari Dogiyai pun kami dianggap pendatang dari Deiyai, demikian pula dari Paniai. Sungguh perih,pedih hati ini.
Kamipun sangat rindu pendidikan di daerah, pembangunan, ekonomi kerakyatan yang merosot. namun disini kami dibatasi oleh biaya pendidikan yang tinggi dan tempat tinggal akhirnya kebanyakan teman-teman pulang ke Nabire menjaga pasar karang dan Oyehe.
Kami mohon, minta tolong perhatikan teman-teman yang berkeliaran di pasar karang tanpa alas kaki, dan mama-mama yang jualan di terik matahari maupun emperan toko para minoritas yang sekarang jadi mayoritas. Sesungguhnya, kehadiran para pendatang teladan baik untuk kita mengelolah daya saing diatas tanah kita sendiri, kelak kita tak jadi penonton setia. Namun rasanya tak ada yang perduli terhadap realita kehidupan yang terjadi depan mata.
Para Pejabat Eselon II & III Di Lingkungan Pemkab Nabire yang kami hormati. Dengan segenap hati dan jiwa membangun Papua lebih khusus Kabupaten Nabire. Kami mohon bagi siapa yang dapat membaca coretan ini, mohon sampaikan kerinduan kami kepada yang berwenang agar dapat melihat kami dengan 2 mata yang murni Tuhan ciptakan.
Terima kasih dan mohon maaf bilah ada sepatah kata yang tak menyentuh di hati para pembaca. Salut buat Bupati Nabire yang penuh cinta kasih tanpa membedakan siapapun. Selamat membangun Nabire berkeadilan sejahtera dan makmur.
Penulis : Christian M Degei
[Nabire.Net]



Leave a Reply