Bupati Nabire Isaias Douw Ungkapkan Dukacita Atas Meninggalnya Uskup Timika

Nabire – Berpulangnya Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil Pr, meninggalkan rasa duka dan kesan mendalam bagi umat Katolik di tanah Papua, Di mata umat Katolik, Uskup John Saklil adalah sosok pemimpin yang selalu berjuang bagi rakyat papua.
Demikian halnya dengan apa yang dirasakan oleh Bupati Nabire, Isaias Douw S.Sos M.AP. Menurut Bupati, rakyat Papua sangat merasa kehilangan atas kepergian Uskup Timika, John Philip Saklil.
Kata Bupati di ruang kerjanya, Senin (05/08), Bapak Uskup adalah sosok pemimpin gereja khususnya Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Timika yang meliputi wilayah tengah Papua termasuk di Nabire.
Bupati Douw yang memiliki hubungan personal yang kuat dengan Bapak Uskup menuturkan, Bapak Uskup banyak sekali membela kepetingan rakyat Papua, salah satunya seperti himbauan untuk tidak menjual tanah dan kebun, melalui program tungku api.
Oleh karena itu atas nama pribadi, keluarga dan warga Nabire khususnya umat Katolik, Bupati Isaias Douw menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Uskup Timika John Philip Saklil Pr.

Seperti diketahui, Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil Pr, meninggal dunia pada sabtu siang (03/08) di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, di usia 59 tahun.
(Baca Juga : Requiescat In Pace Uskup John Philip Saklil)
Uskup John Saklil lahir di Kokonao, Mimika Barat pada 20 Maret 1960. Ia menerima tahbisan sebagai Uskup Pertama Timika, pemekaran dari Keuskupan Jayapura pada 18 April 2004 di Timika oleh Mgr Leo Laba Ladjar OFM Uskup Jayapura sebagai pentahbis utama didampingi Uskup Agung Emeritus Merauke Mgr Jacobus Duivenvoorde MSC dan Uskup Agats Mgr Aloysous Moerwito OFM sebagai uskup pentahbis pendamping.
Kunjungan terakhir Uskup Timika ke Nabire yaitu pada akhir Mei lalu saat mentahbiskan gedung baru SMP YPPK Santo Antonius Nabire.
Uskup John Philip Saklil juga dikenal memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua. Salah satu seruannya kepada OAP yaitu Stop Jual Tanah, saat pencanangan gerakan tungku api di Dogiyai, 2017 silam.
[Nabire.Net/CNT]


Leave a Reply