INFO PAPUA
Home » Blog » Bupati Dogiyai Blak-Blakan Soal Asrama Mahasiswa & Dana Tugas Akhir Mahasiswa Dogiyai

Bupati Dogiyai Blak-Blakan Soal Asrama Mahasiswa & Dana Tugas Akhir Mahasiswa Dogiyai

Dogiyai – Persoalan klasik yang sering dikeluhkan rata-rata mahasiswa asal Papua yang sedang menuntut ilmu yaitu persoalan Asrama Mahasiswa maupun Dana Tugas Akhir. Sama halnya dengan keluhan mahasiswa asal kabupaten Dogiyai selama ini.

Nabire.Net mencoba menggali pendapat langsung Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, terkait persoalan ini, di sela-sela kegiatan Tes CPNS kabupaten Dogiyai yang digelar di Aula Klasis Kamuu Gereja Kingmi, kabupaten Dogiyai, Jumat (28/06).

Persoalan pertama terkait dengan Asrama Mahasiswa. Yakobus Dumupa menuturkan, selama ini kemampuan pembiayaan daerah tidak pernah dipertimbangkan dengan baik.

Bupati mencontohkan, selama ini DPRD dan Dinas Pendidikan melakukan perjalanan dinas ke beberapa kota studi di Indonesia dengan tujuan merealisasikan bantuan bagi mahasiswa. Hal ini baik, namun menyisakan persoalan baru.

Persoalan baru yang dimaksud Bupati misalnya seperti pemberian uang tanda jadi pembangunan asrama atau langsung melaksanakan pembangunan asrama. Kemampuan pembayaran untuk hal itu nyaris tak pernah diukur dan diperhitungkan dengan baik. Akibatnya hal tersebut jadi beban pembiayaan daerah.

“Setelah saya terpilih jadi Bupati, ada beberapa asrama yang dibangun. Namun, pemerintah Dogiyai terbebani utang yang cukup besar karena persoalan itu”, kata Bupati.

Oleh karena itu kata Yakobus Dumupa, pemerintah Dogiyai bukan tidak ingin membantu mahasiswa, tapi ingin fokus terlebih dahulu kepada penyelesaian persoalan beban pembiayaan daerah yang terjadi sebelumnya.

Bupati juga mengatakan, ada sejumlah asrama yang akan diselesaikan dalam waktu dekat pembangunannya seperti Asrama Manokwari, Jayapura dan Tomohon. Ia telah meminta kepada Kepala Dinas untuk memperhitungkan dengan baik keuangannya.

Tanggung Jawab Orangtua

Berbicara mengenai tanggung jawab pendidikan, Yakobus Dumupa menuturkan, sebenarnya, tanggung jawab pendidikan adalah tanggung jawab utama orangtua. Pemerintah hanya membantu. Tidak semua tanggung jawab orangtua diambil alih oleh pemerintah.

Yakobus Dumupa juga menyoroti mental mahasiswa saat ini yang harus diubah. Mahasiswa saat ini tak boleh manja, malas, cengeng dan lain sebagainya. Ia meminta mahasiswa harus mandiri dan berani berinovasi.

Monitoring & Evaluasi Dana Tugas Akhir

Berbicara mengenai dana tugas akhir, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa menjelaskan, selama ini kegiatan Monitoring & Evaluasi Dana Studi mahasiswa menelan biaya yang cukup besar. Artinya, pemerintah harus mengeluarkan biaya perjalanan dinas untuk melakukan hal itu.

Kata Yakobus, daripada melakukan hal tersebut, lebih baik biaya perjalanan dinas itu bisa digunakan untuk hal lain yang bermanfaat.

“Setiap awal tahun, setiap kota studi mengusulkan nama-nama mahasiswa dan nomor rekeningnya. Jumlahnya akan dihitung dan biaya bantuan bagi mereka akan ditransfer ke Bank sesuai rekening, dan hal ini sedang ditinjau oleh Pemkab Dogiyai”, lanjutnya.

Organisasi Kemahasiswaan

Yakobus Dumupa mengapresiasi beragam organisasi kemahasiswaan mahasiswa Dogiyai. Baginya, jika organisasi tersebut legal, itu hal yang positif.

“Bagaimana wadah atau organisasi itu dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang positif, baik bagi mahasiswa itu sendiri, maupun bagi kepentingan masyarakat di kota studi mahasiswa itu atau di Dogiyai”, tutup Yakobus Dumupa.

[Nabire.Net/Ones.Yobee]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.