INFO PAPUA
Home » Blog » “Buku Adalah Gudang Ilmu Bagi Generasi Muda Papua”

“Buku Adalah Gudang Ilmu Bagi Generasi Muda Papua”

Makassar – Buku adalah gudang ilmu sekaligus jendela untuk melihat dunia. Dengan rajin membaca buku, berarti kita sedang berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Bahkan dengan rajin membaca buku, kita telah membiasakan diri untuk berlatih memusatkan pikiran dan merangsang saraf otak untuk bekerja.

Suatu hari saya diberikan buku oleh Alfons Heru Gobai ST yang bukunya ditulis oleh Ardi Suryo Ardianto yang isinya tentang menyingkap rahasia menjadi penulis.

Dalam buku tersebut diungkapkan bahwa hal baru yang bisa kita ketahui tentang dunia ini justru lebih banyak dari buku, dan bukan dari perkataan manusia. Karena buku lebih banyak menuliskan fakta yang terjadi baik masa dulu maupun untuk masa depan.

Setelah kita membaca buku, masalah yang kita temukan harus ditulis lalu kita bagikan ke orang lain melalui buku. Dengan demikian kita telah melatih diri kita untuk membaca sekaligus menulis.

Hal ini juga sangat penting bagi generasi muda di Papua, khususnya bagi para mahasiswa yang aktif dalam berbagai bidang akademik. Dengan rajin membaca buku artinya para mahasiswa sedang menggali ilmu dan pengetahuan yang ia dapatkan untuk menunjang pendidikannya saat itu, karena mahasiswa yang melewatkan kesempatan itu, tidak akan bisa lagi mengulang hal yang sama.

Lalu kenapa hal baru bukan diketahui melalui orang? Bisa saja dari orang lain juga tapi mustikan kami tahu bahwa perkataan manusia terkadang selalu ada kata kebohongan demi memusnahkan atau menghancurkan kehidupan orang lain.

Sepertinya realita yang sedang terjadi pada saat ini, ada kebanyakan orang yang selalu mempaparkan dimana saja dia berada, berbagai macam pariasih kata-kata yang belum pasti.

Untuk itu, sebuah rencana yang saya rencanakan pada saat itu sampai saat ini, saya ingin melihat dikontrakan saya seperti dunia ilmu alias Toko Buku sepertinya latar belakang saya, demi generasi penerus Papua.

Saya ingin membuka perpustakaan lalu siapa saja boleh masuk baca buku tapi dengan catatannya, setelah selesai membaca harus kasih kembali ke tempat semula.

Saya merasa bahwa hal itu sangat penting bagi generasi penerus Papua demi mencerdaskan watak dan karakter kita untuk kedepannya. Sebab tanpa membaca, menulis dan diskusi saya rasa tidak akan sendirinya akan tajam wawasan kami, terutama kaum sebagai mencalonkan diri dalam dunia akademik maupun mahasiswa.

Kenapa saya mengatakan demikian kawan-kawan? Karena membebaskan suatu bangsa, bukan ditangan orang tua tetapi di pundak kaum muda-mudi dan mahasiswa.

*Penulis adalah mahasiswa aktif di Makassar, Bomaibo

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.