BPOM Jayapura Temukan Takjil Mengandung Boraks Di Nabire & Jayapura
Balai Besar Pengawasan Obat & Makanan (BPOM) Jayapura selama bulan puasa melakukan pengawasan kepada makanan pembuka puasa (takjil) yang dijual oleh warga masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi Papua.
Hal itu ditegaskan Nurjaya Kadir, selaku Kepala BPOM Jayapura, rabu sore 14 juni 2017, seperti dilansir harian online Warta Papua.
Dikatakan Nurjaya, pihaknya selama bulan ramadhan 1438 H, telah melakukan pengawasan produk makanan khususnya makanan pembuka puasa (takjil dengan menggelar sidak di beberapa tempat.
Dari hasil sidak tersebut pihaknya menemukan takjil yang mengandung bahan pengawet dan penyedap berbahaya boraks di Jayapura dan di Nabire.
“Sejauh ini baru ada satu yang mengandung boraks di Nabire untuk jenis kue Lopis, dan kalau di Jayapura ini tepatnya di wilayah Ampera juga baru ada satu yang mengandung boraks di jenis panganan cemil,” ungkap Nurjaya Kadir.
Ia mengatakan, pemeriksaan tersebut sesuai dengan program nasional untuk pengawasan produk pangan intensifikasi dalam rangka menyambut hari-hari besar, dan juga melakukan pengawasan takjil di bulan puasa ini.
“Kita sudah melakukan setiap minggu di wilayah Jayapura, Nabire, Sentani, Keerom, Biak, dan untuk sekarang sedang berjalan di Sarmi sama di Timika,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan pihaknya melakukan pemeriksaan tersebut untuk menjamin bahwa masyarakat bisa mengkonsumsi takjil yang aman dan terhindar dari bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan.
“Banyak pengusaha itu karena faktor ketidaktahuan, mereka menggunakan bahan-bahan yang tidak diperbolehkan untuk membuat makanan. Jadi parameter bahan ujian kita ini untuk bahan mengandung formalin, boraks, dll,” terangnya.
[Nabire.Net]



Leave a Reply