INFO NABIRE
Home » Blog » BPMPK Nabire Gelar Pelatihan Teknologi Tepat Guna Bagi Warga Di 5 Distrik

BPMPK Nabire Gelar Pelatihan Teknologi Tepat Guna Bagi Warga Di 5 Distrik

(Yohan Youw)

Guna terciptanya pemahaman masyarakat tentang manfaat sumber daya alam menjadi berbagai aneka manakan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Nabire, menggelar Pelatihan Teknologi Tepat Guna bagi masyarakat di 5 distrik yang ada di kabupaten Nabire.

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan kabupaten Nabire yaitu masyarakat Nabire yang berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri, telah dicanangkan visi yaitu membuka isolasi daerah dengan pembangunan yang salah satunya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Hal ini diungkapkan Bupati Nabire dalam sambutannya yang dibacakan wakil bupati Mesak Magai, pada pembukaan Pelatihan Teknologi Tepat Guna bagi masyarakat di 5 distrik yang ada di kabupaten Nabire , masing-masing distrik nabire, distrik, nabire barat, distrik wanggar, distrik uwapa, dan distrik yaro yang berlangsung di Asrama Putri Hasrat Suci, jl merdeka Nabire, rabu pagi tadi (22/1).

Dikemukakan Bupati, berbicara mengenai pemberdayaan ekonomi lokal, tentunya diharapkan bagaimana meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjadi pelaku utama bagi pergerakan roda perekonomian di daerah dengan memanfaatkan segala potensi yang ada disekitar lingkungan masyarakat itu sendiri.

Ditambahkan Bupati, bahwa teknologi tepat guna merupakan alat yang dibuat dari bahan dan teknologi sederhana serta mudah dioperasikan oleh para petani, nelayan, dan ibu rumah tangga, untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi.

Ketua panitia penyelanggara, Yohan Youw menjelaskan, maksud dan tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk berupaya mengembangkan masyarakat untuk menciptakan kondisi yang mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri melalui pemberian sumber daya, kemampuan, ketrampilan, serta kemandirian masyarakat, dan menciptakan pemahaman tentang manfaat sumber daya alam menjadi aneka makanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengolahan sumber daya melalui teknologi tepat guna.

Pelatihan yang digelar 2 hari ini, diikuti 108 peserta dari 5 distrik, dengan sasaran masyarakat penganggur, putus sekolah, keluarga kurang mampu, tim PKK, dan tim Posyandu

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • yeron agapa
    4 Maret, 2014 18:54 pada 18:54

    selama ini masalah yang kami hadapi DPA yang dipangkat jadikan satu kegiatan saja. untuk membuat kegiatan apa dipertanyakan karena DPA yang dimasukan dipankas habis,

  • yeron agapa
    4 Maret, 2014 18:51 pada 18:51

    Maksud diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para Pendamping Distrik Untuk Membuat pos TTG, pelatihan akan melaksanakan tugasnya di tengah-tengah masyarakat sebagai pilar kepercayaan pemerintah yang ditugaskan oleh pemerintah untuk bersama-sama dengan masyarakat menyusun dan merencanakan program-program pembangunan yang menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat terutama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tingkat Kampung (RPJMK).

    Selain itu juga untuk menyamakan persepsi dan sharing bagi para Pendamping Distrik dalam tugas keseharian mereka di tempat masing-masing, sebagai akibat dari terdapat banyaknya permasalahan yang dihadapi yakni kondisi geografis tempat tugas dan budaya masyarakat local yang perlu disikapi dengan penuh kearifan.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.