Mahasiswa ADIK-ADEM Intan Jaya Desak Pemkab Segera Cairkan Beasiswa yang Tertunda
Intan Jaya, Pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya yang menerima Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya segera merealisasikan bantuan pendidikan yang hingga kini belum mereka terima.
Permintaan tersebut disampaikan oleh para penerima ADIK-ADEM yang saat ini menempuh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. Mereka menilai keterlambatan penyaluran beasiswa mulai memberikan dampak terhadap keberlangsungan pendidikan, terutama bagi mahasiswa yang bergantung pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan studi.
Dalam pernyataan yang ditujukan kepada Bupati Intan Jaya dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, para mahasiswa meminta agar hak penerima beasiswa yang telah memenuhi persyaratan segera disalurkan.
Ketika dihubungi media ini pada Jumat, 7 Agustus 2026, para mahasiswa menjelaskan bahwa sebagian penerima program afirmasi berasal dari keluarga yang menghadapi kondisi ekonomi sulit serta terdampak situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua mengalami keterbatasan dalam membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak mereka yang harus menempuh studi di luar daerah.
Para mahasiswa berpandangan bahwa program beasiswa afirmasi merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut mereka, bantuan pendidikan tersebut juga berkaitan dengan pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) sehingga penyalurannya perlu dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.
Selain mendesak percepatan pencairan, mahasiswa meminta adanya keterbukaan mengenai pengelolaan anggaran pendidikan. Mereka juga menyerukan agar aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara transparan apabila terdapat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
Mereka meminta setiap anggaran yang terbukti disalahgunakan dapat dipulihkan dan dikembalikan untuk kepentingan pendidikan. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan unsur tindak pidana korupsi, mereka mendorong agar proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Para mahasiswa juga meminta publik dan pemerintah daerah ikut mengawasi penggunaan anggaran yang berkaitan dengan pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia di Intan Jaya.
Secara khusus, mereka mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya segera mencairkan bantuan bagi penerima ADIK-ADEM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Mereka turut meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian terhadap tata kelola pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya, khususnya pengelolaan anggaran pada sektor pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan atas nama Pelajar dan Mahasiswa Afirmasi (ADIK-ADEM) se-Indonesia, dengan Nikson Tapani sebagai koordinator dan Nopelianus Bagubau sebagai wakil koordinator.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya mengenai tuntutan para penerima ADIK-ADEM tersebut.
Pihak pemerintah daerah diharapkan memberikan penjelasan mengenai status penyaluran beasiswa, termasuk mekanisme dan waktu pencairan bagi mahasiswa dan pelajar yang telah memenuhi persyaratan.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar