INFO NABIRE
Home » Blog » BBM Bersubsidi di Nabire Masih Gunakan Sistem Ganjil-Genap hingga 11 Agustus 2026

BBM Bersubsidi di Nabire Masih Gunakan Sistem Ganjil-Genap hingga 11 Agustus 2026

(Sales Branch Manager (SBM) Papua Tengah I, Muhammad Rinaldi Suryanto)
(Sales Branch Manager (SBM) Papua Tengah I, Muhammad Rinaldi Suryanto)

Nabire, Penerapan sistem ganjil-genap dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, masih berjalan hingga 11 Agustus 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mengatur distribusi Pertalite dan Biosolar sekaligus mengurangi kepadatan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sales Branch Manager (SBM) Papua Tengah I, Muhammad Rinaldi Suryanto, mengatakan operasional SPBU di Nabire masih berpedoman pada instruksi serta Surat Edaran Bupati Nabire mengenai pengaturan penyaluran BBM bersubsidi.

Menurut Rinaldi, mekanisme ganjil-genap diberlakukan khusus bagi konsumen yang membeli BBM bersubsidi. Pengisian kendaraan disesuaikan dengan nomor polisi kendaraan serta kuota yang telah ditentukan pemerintah daerah.

Antrean SPBU Disebut Mulai Berkurang

Penerapan pola tersebut dinilai memberikan perubahan terhadap kondisi antrean di SPBU. Jika sebelumnya stok BBM bersubsidi di sejumlah titik dapat habis pada sore hari, pengaturan pembelian membuat pelayanan dapat berlangsung lebih merata hingga mendekati akhir jam operasional.

“ Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM bersubsidi. Pertamina terus memaksimalkan pelayanan hingga SPBU tutup,” kata Rinaldi.

Ia menjelaskan, jumlah penyaluran tidak selalu sama pada setiap SPBU. Namun, rata-rata distribusi BBM bersubsidi berada di sekitar 15 kiloliter (kl) per hari atau setara dengan kisaran 11,18 hingga 12,60 ton.

Kondisi tersebut berbeda dibandingkan sebelum sistem ganjil-genap diberlakukan. Pada periode sebelumnya, sejumlah SPBU disebut lebih sering mengalami kekosongan stok BBM bersubsidi pada sore hari atau menjelang malam.

Dengan pembatasan berdasarkan nomor kendaraan, distribusi BBM diharapkan tidak terkonsentrasi pada waktu tertentu. Masyarakat yang datang ke SPBU juga memiliki peluang memperoleh layanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya Menjaga Penyaluran Tepat Sasaran

Selain mengurangi antrean, sistem ganjil-genap juga diarahkan untuk memperbaiki pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Pengaturan diperlukan karena tingginya permintaan dapat membuat proses penyaluran menjadi lebih sulit dikendalikan.

Rinaldi mengatakan mekanisme tersebut menjadi salah satu cara untuk memastikan subsidi dapat dinikmati masyarakat yang memang membutuhkan. Tanpa pengaturan, tingginya jumlah kendaraan yang mengakses BBM bersubsidi berpotensi menyebabkan distribusi tidak optimal.

Kebijakan ini juga menempatkan kuota sebagai salah satu instrumen penting dalam pengendalian konsumsi. Setiap SPBU memiliki volume penyaluran yang berbeda sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Masyarakat Bisa Melaporkan Dugaan Pelanggaran

Pertamina mengimbau masyarakat tetap mengikuti ketentuan pembelian BBM bersubsidi yang berlaku di SPBU Nabire. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, kendala pelayanan, atau persoalan lain terkait penyaluran BBM, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Contact Center 135.

Penerapan sistem ganjil-genap diharapkan tidak hanya membuat antrean lebih terkendali, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan BBM bersubsidi hingga jam pelayanan berakhir. Pemerintah daerah bersama Pertamina masih menjalankan pengaturan tersebut sesuai instruksi dan ketentuan yang berlaku di Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.