Bara JP Bantah Terlibat Demo 27 Agustus, Sebut Poster “Kudeta” sebagai Provokasi
Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay, membantah informasi yang mengaitkan organisasinya dengan rencana demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut muncul setelah sebuah poster digital beredar di media sosial dan mencantumkan nama Bara JP dalam narasi yang menuding adanya skenario politik untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Poster itu memuat infografis bertajuk “Simulasi Rencana Kelompok Jokowi/Geng Solo Manfaatkan Demo 27 Agustus 2026”. Nama Bara JP tercantum dalam bagian yang menyebut adanya mobilisasi relawan dan simpatisan untuk memanfaatkan aksi demonstrasi.
Willem menegaskan bahwa informasi tersebut tidak merepresentasikan sikap maupun agenda Bara JP. Ia mengatakan organisasinya tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk mengerahkan anggota dalam aksi yang dimaksud.
“Bara JP tidak terlibat, tidak ada hubungan, dan tidak pernah menginstruksikan jajaran manapun untuk turun dalam aksi demonstrasi besok (27/8). Narasi di poster itu jelas pekerjaan provokator,” ujar Willem dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Menurut Willem, pencatutan nama Bara JP dalam materi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Ia juga menilai penyebaran poster menjelang aksi demonstrasi dapat memperbesar keresahan dan memperkeruh situasi.
Bantah Narasi Penggulingan Pemerintah
Selain membantah keterlibatan dalam demonstrasi, Willem juga menyangkal klaim yang menyebut Bara JP merupakan bagian dari skenario politik bertahap untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto dan mendorong Gibran Rakabuming Raka menjadi penggantinya.
Ia menyebut narasi tersebut sebagai bentuk disinformasi yang berpotensi memecah masyarakat.
“Ini murni adu domba. Tujuannya mengadu domba sesama anak bangsa dan menciptakan ketidakpercayaan publik,” katanya.
Willem mengimbau masyarakat, khususnya para simpatisan Bara JP, agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan konten politik yang beredar di media sosial sebelum memastikan sumber dan kebenarannya.
Menurutnya, momentum menjelang aksi massa dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Bara JP Tegaskan Sikap Konstitusional
Bara JP, lanjut Willem, tetap menempatkan organisasinya dalam koridor hukum dan konstitusi. Ia menegaskan tidak ada agenda organisasi yang berkaitan dengan skenario sebagaimana digambarkan dalam poster tersebut.
“Kami tegaskan sekali lagi, Bara JP berdiri pada koridor hukum dan konstitusi. Tidak ada hubungannya dengan skenario-skenario gelap semacam itu,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati menyikapi informasi digital, terutama konten yang menyangkut isu politik dan keamanan.
Willem juga mendorong pihak berwenang menelusuri sumber serta penyebaran poster tersebut. Langkah itu dinilai penting agar informasi yang dianggap menyesatkan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman maupun gesekan di tengah masyarakat menjelang aksi 27 Agustus 2026.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar