Anggota Terbaiknya Gugur, TPN-PB OPM Yahukimo Berduka

Yahukimo, Komnas TPN-PB OPM Yahukimo berduka atas gugurnya salah seorang prajuritnya yang ditembak aparat TNI/Polri pada tanggal 8 Desember 2021.
Hal ini diinformasikan Manajemen Markas Pusat Komnas TPN-PB OPM yang menerima laporan dari Pimpinan TPNPB Kodap 16 Yahukimo, kepada Nabire.Net.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM sebagai pengendali revolusi umumkan duka nasional atas gugurnya prajurit terbaik kami. Dan terima kasih atas jasanya dalam perjuangan Pembebasan Nasional bangsa Papua, semoga arwahnya Di tempat kudus. RIP,” kata Panglima Kodap XVI Yahukimo Brigadir Jendral Elkius Kobak.
Adapun nama prajurit yang gugur tersebut diketahui bernama Kunci Labie yang ditembak oleh aparat TNI/Polri. Senjata yang dimilikinya pun disita oleh aparat TNI/Polri.
Panglima Kodap XVI Yahukimo Brigadir Jendral Elkius Kobak mendapatkan informasi langsung dari Komandan Operasi Batalyon Yamue Kopy Tua Heluk kepadanya melalui HP Satelit.
“Berdasarkan hasil konfirmasi ini, kami secara resmi mengumumkan ke publik supaya dapat diketahui oleh semua pejuang dan rakyat Papua kami bela sungkawa atas kepergian pasukan terbaik saya sekaligus umumkan duka Nasional.
Namun TPN-PB OPM kata Elkius mengaku menolak mundur melainkan justru membangkitkan emosi dengan memobilisasi pasukan 7 batalyon untuk terus melawan dengan kekuatan full, melumpuhkan Yahukimo demi merebut Kemerdekaan Papua.
Kapendam Cenderawasih Benarkan Anggotanya Tembak Mati Satu Anggota TPN-PB OPM
Sementara itu, dilansir Nabire.Net dari Detikcom, Kapendam Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patri, membenarkan telah menembak mati satu anggota TPN-PB OPM, di Distrik Suru-Suru, Yahukimo, Rabu (08/12).
Dari tangan yang bersangkutan, disita satu pucuk senjata laras panjang organik SS2 V4 Trijikon tersebut merupakan senjata organik dari personel Satgas TNI yang dibunuh oleh KKB di Kali Brasa, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada tanggal 18 Mei 2021.
Selain senapan serbu SS2 V4 Trijikon, turut disita 5 buah magasin, sejumlah munisi 5,56 mm, dan beberapa barang bukti lainnya.
Kontak tembak terjadi saat aparat Satgas TNI Koramil Persiapan Suru-Suru sedang melaksanakan tugas pembinaan teritorial, yaitu pengawasan dan memonitor situasi wilayah di Distrik Suru-Suru.
[Nabire.Net]


Leave a Reply