INFO NABIRE
Home » Blog » Aktivitas Empat Log Pond Termasuk Di Nabire Menjadi Ancaman Kelestarian Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Aktivitas Empat Log Pond Termasuk Di Nabire Menjadi Ancaman Kelestarian Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Indonesia Papua Rain Forets

Empat Log Pond yang berada di wilayah Nabire, Wondama dan Ransiki masih cukup menjadi ancaman bagi kelestarian Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Pembukaan lahan di wilayah tersebut dapat menyebabkan sedimentasi terumbu karang.

“Di bidang wilayah satu Nabire ada 2 Log Pond, di bidang wilayah 2 Wondama ada 1 dan di bidang wilayah 3 Ransiki ada satu,” jelas Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) Ben Saroy.

Dijelaskan, cukup banyak Faktor yang menjadi penyebab kerusakan habitat laut di wilayah Taman Nasional, diantaranya, praktek pengeboman ikan, dan penggunaan racun sianida dalam mencari ikan. Tak hanya itu, aktifitas di darat seperti membukaan lahan pun menjadi ancaman bagi habitat laut.

Terkait 4 Log Pond itu, jelas Saroy yang paling berbahaya dan dapat mengancam kelestarian habitat laut bukanlah Log Pond melainkan aktivitas pembukaan lahan di sekitar Log Pond itu.  Pembukaan lahan itu akan menyebabkan terjadinya aliran air yang membawa lumpur menuju ke laut.

Selanjutnya lumpur-lumpur itu akan menyebabkan terjadinya sedimentasi atau penutupan terumbu karang, jika karang tertutup, maka karang tidak akan bisa bernafas hingga akhirnya mati.

Saat ini lanjut Saroy, 3 Log Pond yakni 2 di Nabire dan 1 di Wondama itu masih berjalan hingga sekarang. Ia berharap aktivitas pembukaan lahan ini segera selesai sehingga terumbu karang dapat berkembang dengan cepat.

Disinggung soal praktek pengeboman ikan dan penggunaan racun sianida di wilayah Taman Nasional, Saroy menyebut, saat ini sudah berkurang menyusul adanya staf dari BBTNTC dan WWF yang bertugas di wilayah ini.

Yang lebih potensial menjadi ancaman kerusakan bagi kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih menurut Saroy adalah perubahan iklim. Sebab letak TNTC relatif tertutup, sehingga sirkulasi air dan fluktuasi suhu relatif kecil.

Jika terjadi perubahan iklim yang peningkatanya drastis maka terumbu karang akan banyak yang mati,” katanya.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.