Ini Hasil Kerja Siswa Balai Latihan Kerja Asal Nabire Di Jayapura
Selama 14 hari kursus, 7 meja berhasil dibuat oleh siswa dari Nabire yang dibina di UPTD BLKI Jayapura. Hal itu dikatakan Kepala BLKI Jayapura, Djoni Naa, SE saat memberikan sambutan penutupan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja Kabupaten Nabire yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Industri Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua yang dimulai sejak tanggal 21-30 Oktober 2013.
Jhoni Naa berharap 50 peserta didik dari Nabire setelah kembali ke Nabire bisa mengembangkan diri. Apakah mau wiraswasta atau mau bekerja pada industri meubel yang ada di Nabire. Dia berharap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nabire bisa memperhatikan mereka untuk dibantu dalam hal peralatan.
Menurut Djoni Na kalau hari ini pelatihan hanya sebatas meubel, maka di hari mendatang ditingkatkan lagi pada keterampilan yang lain. Supaya tidak hanya bisa membuat meja saja, akan tetapi kursi, mimbar dan lain sebagainya. Menurut Djoni Naa, potensi di Nabire cukup menjanjikan dari hasil hutan, rotan dan lain sebagainya. Sehingga pelatihan semacam itu sangat penting.
“Kalau nanti ada pelatihan yang lain-lain, kami sangat harapkan. Karena di BLKI ada otomotif, sepeda motor, montir motor tempel, mengemudi, mekanik, teknisi computer, elektro, listrik dan tata busana serta, las baja, perhotelan,”ungkap Djoni Naa, Rabu, (30/10) di BLKI Jayapura-Papua.
Salah satu siswa didik asal Nabire, Lenmasir Mandosir mengucap syukur pada Tuhan karena instruktur telah membina mereka kendati waktu yang terbatas yakni selama 14 hari dan bisa mengakiri dengan baik pula.
“Kesan kami peserta disini kami sangat senang walaupun dengan keterbatasan yang ada sejak kami datang kesini. Kami datang kesini dengan jurusan masing-masing. Saya sendiri jurusan listrik tapi bisa kursus meubeler. Itu kesan yang paling indah dan datang kesini membelajari meubel,” ungkap Mandosir.
“Kepada BLKI Jayapura, kami angkatan pertama dan kami kelas pertama untuk datang ke BLKI Provinsi untuk dilatih keterampilan. Pesan kami kepada peserta tolong jangan diputuskan dan jangan dihentikan. Kami harap ada tingkat lanjutan lagi untuk bagaimana membuat kursi,” harap lelaki asal Biak yang besar di Nabire itu.
(Sumber : Tabloidjubi)






Tinggalkan Komentar