Hasil Karya Anyaman Kulit Kayu Dipamerkan Di Pekan Kreatif RRI Nabire
Salah satu perempuan Papua pengrajin noken, Frederika Kayame mengatakan di wilayah tengah Papua saat ini belum banyak mengembangkan baju dari kulit kayu.
“Saat ini kita buat banyak noken, cawat, topi, dan gelang dari kulit kayu, tetapi kami masih belum kembangkan dalam bentuk baju,” kata Frederika di sela-sela pameran pada Pekan Kreatif yang digelar RRI Nabire, 24 Oktober lalu.
Ia mengakui, di Wamena sudah banyak dikembangkan baju dari kulit kayu. Tetapi, memang masih belum dalam jumlah yang banyak untuk pemasaran. Maka, ia mulai pengembangan pembuatan baju dari pakaian.
“Kelompok kami baru mulai membuat. Ini beberapa contoh yang sudah kami buat. Kami masih belum tentukan harga saat ini. Saat ini kami hanya pamerkan saja,” katanya sambil menunjukkan beberapa noken yang telah dibuat kelompoknya.
“Kalau mereka di Wamena bisa sampai jutaan rupiah untuk satu buah noken. Tetapi, kami mau promosi dulu, nanti kami akan tentukan harga setelah banyak. Ya, harganya pasti mahal karena ini belum banyak yang membuat dan proses pembuatannya rumit. Kami juga susah mencari bahan baku,” katanya.
Frederika berharap, semua pihak di Papua bisa menjaga hutan agar bahan baku noken tidak habis. “Ya, baiknya kita jaga hutan dan tanam pohon yang kayunya bisa kita gunakan untu anyam noken, gelang, topi, dan baju,” harapnya.
Frederika juga mengungkapkan pentingnya dukungan pemerintah pada kegiatan produktif kelompok perempuan di Papua. “Dukungan dari pemerintah bagi kami penting untuk kembangkan usaha ini. Kalau ada bantuan kami bisa produksi lebih,” katanya.
(Sumber : Majalahselangkah)






Tinggalkan Komentar