Bupati Nabire : Jika Papua Tengah Dimekarkan, Nabire Diperjuangkan Jadi Ibukotanya

Nabire, Bertempat di ruang rapat Setda Nabire, Jalan Merdeka No 53, Distrik Nabire, telah dilaksanakan kegiatan Coffee Morning antara Bupati Nabire dengan unsur Forkopimda, Rabu (23/03/22).
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, Muhammad Rizal, S.H., M.H, Ketua Pengadilan Negeri Nabire Bapak Rudy Setiawan, S.H., Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, S.H., S.IK, Dandim 1705 NBR Letkol INF. Anjuanda Pardosi, S.E., M.Si.
Hadir juga dalam kegiatan ini, para Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, serta Tokoh Pemuda-Pemudi kabupaten Nabire.
Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Coffee Morning ini untuk membahas masalah politik diantaranya rencana pemekaran provinsi Papua Tengah, serta topik-topik terkini yang ada di kabupaten Nabire.
Diharapkan melalui Coffee Morning ini bisa menyatukan persepsi guna mengambil langkah mencari solusi bagi kesejahteraan warga di kabupaten Nabire kedepannya.
Bupati Nabire dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemekaran Provinsi Papua Tengah adalah kebijakan pemerintah pusat bukan kemauan Bupati Nabire.
Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa jika kesempatan itu diberikan oleh pemerintah pusat, maka tidak ada salahnya jika dirinya memperjuangkan Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah.
Tetapi Bupati Mesak Magai mengatakan semuanya itu yang menentukan adalah pemerintah pusat, apakah ibukota Provinsi Papua Tengah adalah Nabire ataukah Timika.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar