Mahasiswa UPP PGSD FKIP UNCEN Kelas Nabire Tuntut Seluruh Calon Mahasiswa Diluluskan
Nabire, 11 Juli 2026 – Mahasiswa UPP PGSD FKIP Universitas Cenderawasih (UNCEN) Kelas Nabire menyampaikan aspirasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah pada Jumat (10/7/2026). Aksi yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, kawasan Kota Lama, Bandara Lama Nabire, tersebut bertujuan menyuarakan keberatan terhadap proses seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang dinilai belum memenuhi prinsip keadilan.
Dalam penyampaian aspirasi, para mahasiswa menilai sistem seleksi yang diterapkan tidak mengukur kemampuan penalaran maupun analisis calon mahasiswa terhadap soal yang disajikan melalui komputer. Menurut mereka, peserta hanya diminta menceritakan isi soal tanpa adanya pengujian kemampuan berpikir kritis sebagaimana lazimnya proses seleksi akademik.
Mahasiswa berpendapat bahwa mekanisme tersebut menyebabkan hasil seleksi sulit dipahami karena tidak menunjukkan perbedaan yang jelas antara peserta yang dinyatakan lulus dan peserta yang belum lulus. Kondisi ini dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai objektivitas proses penilaian.
Koordinator Lapangan aksi, Matias Pigai, bersama Wakil Koordinator Lapangan Andirias Muyapa dan Penanggung Jawab Ronni Mote, memimpin penyampaian aspirasi yang berlangsung secara terbuka di hadapan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah.
Dalam pernyataannya, mahasiswa juga mengingatkan kembali sejarah berdirinya Universitas Cenderawasih sebagai perguruan tinggi yang memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi Orang Asli Papua. Menurut mereka, semangat pendirian UNCEN perlu tetap menjadi landasan dalam setiap kebijakan penerimaan mahasiswa baru.
Selain itu, mahasiswa mengutip Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Mereka menilai hak tersebut harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk pada proses seleksi calon mahasiswa.
Para peserta aksi menyampaikan bahwa apabila tuntutan mereka tidak mendapat perhatian, maka hal tersebut dinilai berpotensi menghambat pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan yang layak.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah dan pihak Universitas Cenderawasih. Pertama, mereka meminta agar seluruh calon mahasiswa yang telah mendaftar pada UPP PGSD FKIP UNCEN Kelas Nabire segera dinyatakan lulus. Menurut mereka, langkah tersebut menjadi solusi untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat.

Kedua, mahasiswa meminta adanya penambahan fasilitas kampus beserta tenaga pendidik yang memadai agar proses perkuliahan di UPP PGSD FKIP UNCEN Kelas Nabire dapat berjalan secara optimal. Mereka menilai peningkatan sarana dan sumber daya manusia merupakan kebutuhan mendesak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Ketiga, mahasiswa mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah agar segera mengirimkan surat resmi kepada pimpinan Universitas Cenderawasih di Jayapura. Surat tersebut diharapkan menjadi bentuk tindak lanjut pemerintah daerah dalam mendorong penyelesaian persoalan seleksi sekaligus memastikan seluruh calon mahasiswa pendaftar dapat diterima.
Aspirasi yang disampaikan mahasiswa mencerminkan harapan agar proses penerimaan mahasiswa baru dapat berjalan secara lebih transparan, objektif, dan memberikan kepastian bagi seluruh peserta seleksi. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pihak universitas sehingga solusi terbaik dapat segera ditemukan.
Persoalan akses pendidikan tinggi masih menjadi perhatian di berbagai wilayah Papua, termasuk Papua Tengah. Selain keterbatasan fasilitas pendidikan, ketersediaan tenaga pengajar dan pemerataan layanan pendidikan menjadi tantangan yang terus dihadapi. Oleh karena itu, mahasiswa menilai peningkatan kapasitas kampus di Nabire perlu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda.
Hingga penyampaian aspirasi berakhir, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Universitas Cenderawasih maupun Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Para peserta aksi berharap aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti melalui komunikasi resmi antara pemerintah daerah dan pihak universitas sehingga diperoleh keputusan yang memberikan kepastian bagi seluruh calon mahasiswa UPP PGSD FKIP UNCEN Kelas Nabire.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar