Pemkab Intan Jaya menggelontorkan dana Rp 11 miliar yang bersumber dari dana APBD, untuk subsidi pesawat udara bagi masyarakat setempat. Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni menuturkan pihaknya mengontrak dua maskapai penerbangan, yakni Susi Air dan Avia Star untuk mengangkut masyarakat hingga ke pedalaman.
Dana 11 miliar tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni Rp 5 miliar untuk subsidi dari distrik-distrik ke Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya, sisanya dari Nabire ke Sugapa.
“Jadi kami sudah lakukan subsidi dengan Avia Star, dari tiket sebelumnya diatas 900-1 juta, kita kasih 600, lebihnya pemda yang bayar. Penerbangan ini kan pakai jasa pesawat kecil, karena memang dikapasitas Intan Jaya tuh hanya butuh pesawat kecil aja. Lapangan baru 800 meter, yang 500-nya kami sudah aspal, lebihnya belum,” ujarnya, Selasa (22/10).
Laporan dari petugas bandara setempat, sepanjang 2012 hingga saat, lebih dari 5000 penerbangan telah memasuki lapangan terbang Sugapa. Setiap harinyam, jika cuca mendukung, sebanyak 6-8 kali penerbangan dapat memasuki kabupaten itu.
Kabupaten Intan Jaya mulai dimekarkan pada 2008 lalu, dari Kabupaten Paniai. Kabupaten ini baru memiliki bupati defenitif pada akhir tahun 2012. Kabupaten ini juga menjadi salah satu pemilik hbak ulayat tanah dari areal tambang Freeport, namun hingga saat ini tidak mendapatkan royalty dari perusahaan tambang emas dunia tersebut.
Selain kaya akan emasnya, Intan Jaya juga memilik wisata Pegunungan Cartensz yang banyak disinggahi oleh wisatawan mancanegara.
Tinggalkan Komentar