KNPB Klaim Tidak Bertanggung Jawab Terkait Demo Ricuh Di Yahukimo
Demo Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berakhir ricuh dan juga menewaskan satu orang, serta dua orang dalam keadaan sekarat akibat tikaman benda tajam yang dilakukan oleh EM dan VL dari massa Suku Kimial, di Dekay, Kabupaten Yahukimo, mendapat tanggapan dari Ketua I KNPB Agus Kossay didampingi dua anggotanya, Stracky Yali dan Tonny Kobak ketika jumpa pers, di Café Axel Waena, Kamis (17/10) sore.
“Saya ingin menanggapi terkait dengan adanya pemberitaan mengenai aksi demo yang berakhir ricuh dan menewaskan satu orang serta dua orang akibat dipicu masalah perselingkuhan dengan Suku Kimail, itu tidak ada kaitannya dengan aksi demo tersebut, dan kami tidak akan bertanggung jawab,” ucap Agus Kossay demikian sapaan akrabnya.
Dikatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan langsung dari lapangan terkait persoalan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo bahwa itu tidak termasuk dari massa aksi dan di luar dari tanggungjawab KNPB.
“Dengan adanya pernyataan dari Polda Papua melalui Kabid Humas Polda Papua AKBP Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., di media Bintang Papua terbitan hari kemarin sangat melecehkan kami, dalam hal ini KNPB, dikarenakan yang bersangkutan atau terlibat dalam kasus tersebut tidak termasuk dalam anggota KNPB maupun struktur kepengurusan dalam KNPB,” katanya dengan nada keras.
“Jadi, kami dari KNPB tidak akan bertanggung jawab tentang kasus penikaman yang dipicu dugaan perselingkuhan itu, dikarenakan kami juga mempunyai aksi dan tujuan yang jelas yakni memperingati HUT IPWP ke-5 serta menyambut pidato PM Vanuatu Moanan Kalosil Carasses, sehingga peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan aksi kami atau diluar dari kegiatan KNPB,” tegasnya.
Agus mengharapkan, kepada Polda Papua dalam hal ini Kapolda Papua harus menyatakan sesuatu itu berdasarkan fakta di lapangan dan juga didukung dengan bukti – bukti laporan yang akurat.
Ketika ditanya tentang aksi demo yang dihalangi oleh aparat keamanan, ia mengatakan, bahwa negara Indonesia ini adalah negara demokrasi jangan asas demokrasinya itu hanya dipakai sebagai tameng atau topeng untuk menjaga nama baik di tingkat internasional, namun pelaksanaannya di lapangan tidak berjalan alias nol.
“Kami mau aplikasinya dapat dilaksanakan dengan sungguh – sungguh diatas Tanah Papua, supaya demokrasi itu benar – benar dapat terlihat nyata diatas Tanah Papua ini. Jadi, saya ingin menyampaikan bahwa KNPB ada itu untuk berjuang secara secara profesional bukan memakai cara – cara kekerasan atau dengan pikiran emosional,” tukasnya.
(Sumber : BintangPapua)






Tinggalkan Komentar