News & Info
Home » Blog » Polda Papua Tarik 350 Pasukan Dari Timika

Polda Papua Tarik 350 Pasukan Dari Timika

2

Pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Papua, Kepolisian Polda Papua telah  menarik 350 pasukannya yang sebelumnya bertugas untuk mengamankan jalannya proses Pemilukada di daerah itu.

“Aparat keamanan yang diperbantukan sudah cukup melakukan pengamanan di Kota Mimika. Untuk itu, kita tarik 350 pasukan dari daerah itu,” kata Kepala Kepolisian Polda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian kepada wartawan, usai menghadiri workshop pemanfaatan tailing, di Hotel Swisbell Jayapura, Rabu (16/10).

Menyinggung soal potensi kericuhan pasca pelaksanaan Pemilukada, Kapolda mengaku belum ada laporan dari Kapolres Mimika. Namum jika ada yang anarkis, sudah pasti kepolisian akan mengambil tindakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sementara untuk mengantisipasi timbulnya kericuhan, Kapolda menghimbau agar para calon bupati dan wakil bupati Mimika yang tidak terima jalannya proses pemungutan suara untuk dapat melakukan protes melalui panitia pengawas pemilu (Panwaslu) atau langsung ke pengadilan tata usaha negara (PTUN).

“Prinsipnya kalau ada calon bupati yang keberatan silahkan melalui jalur mekanisme yang ada, dan tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan banyak pihak,” tegas Kapolda.

Ditambahkannya, calon bupati di Kabupaten Mimika diharapkan bisa berpegang pada janji yang sudah dilakukan bersama-sama jelang hari pencoblosan. Dimana, para calon bupati dan wakil bupati sudah sepakat untuk menjalankan Pemilukada damai. Untuk itu, bagi pihak yang tidak sejalan dengan KPU, silahkan menempuh jalur hukum.

“Jika ada yang tidak setuju, kami sarankan untuk melalui jalur hukum. Diketahui, 11 pasang kontestan Pemilukada Kabupaten Mimika merupakan yang terbanyak sepanjang pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung yang pernah berlangsung di Indonesia,” tukasnya.

Sebelumnya, ribuan massa yang tergabung dari berbagai tim sukses dan simpatisan massa pasangan kandidat calon bupati dan wakil bupati Mimika menggelar aksi damai menolak perhitungan suara dan hasil Pemilukada Mimika. Aksi bersama ini dilaksanakan di depan Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (16/10) pagi.

Dari pantauan, sejak pukul 09.00 WIT, ribuan massa yang datang dengan berbagai kendaraan dua truk dengan soundsystem lengkap serta motor–motor, umumnya hanya berorasi didepan gedung Eme Neme Yauware serta setiap orasi dilakukan secara bergiliran dari tim sukses pasangan calon, termasuk beberapa petugas KPPS dan PPD yang menilai Pemilukada Mimika banyak terjadi kecurangan. Selain itu, aparat kepolisian juga terlihat berjaga–jaga di lokasi demo.

“Kami menolak semua hasil Pemilukada Mimika dan jangan lagi melakukan perhitungan terhadap surat suara yang ada. Sebab Pemilukada Mimika jelas-jelas banyak terjadi kecurangan. Dimana kerja KPU Mimika dan dimanakah pengawasan yang dilakukan Panwas Mimika terhadap proses demokrasi ini,” kata Nathan, salah seorang orator.

(Sumber : TabloidJubi)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.