Penerimaan CPNS Di Nabire Harus Perhatikan Orang Asli Papua
“Dorang saja, dorang saja. Tong tra pergi ke dorang pu tanah. Di mana-mana dorang saja. Lihat saja, ini tes CPNS ini penuh dengan dorang. Ini orang-orang baru semua dari mana semua mereka? Kenapa datang rampas hak-hak kami orang asli Papua di sini.”
Demikian marah-marah seorang perempuan Papua, Tina (24) di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nabire ketika melihat para pencari kerja mulai ramai berdatangan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD), Senin, (30/09/13).
Perempuan yang tidak bersedia menyebutkan nama lengkapnya itu mengatakan, “Jika memang Papua itu Otsus ya utamakan orang asli Papua. Sekarang ini, banyak orang asli Papua yang tidak bekerja. Di mana-mana orang pendatang ambil. Kesempatan untuk tong tidak ada. Kami minta pemerintah perhatikan ini.”
Di tempat berbeda, Tokoh Adat Meepago, Ruben B. Edoway meminta agar pemerintah kabupaten di tanah Papua untuk perhatikan orang asli Papua.
“Kita tahu, orang-orang dari luar itu mereka datang bayar-bayar ke BKD dan lainnya. Kalau kami orang Papua tidak bayar. Walaupun kemampuan sama, pasti yang lolos itu mereka yang bayar,” tuturnya
Ruben mempertanyakan, kenapa pemerintah di Papua tidak bisa membuat diskriminasi positif untuk proteksi orang asli Papua. “Dalam hal tes CPNSD, jurusan yang benar-benar orang asli Papua tidak ada sama sekali baru diberikan ke orang luar,” harapnya.
Diketahui, pendaftaran penerimaan CPNSD Formasi tahun 2013 Kabupaten Nabire telah dibuka 30 September dan akan berakhir 4 Oktober 2013.
(Sumber : Majalahselangkah)






Tinggalkan Komentar