Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tolikara Yotam R. Wonda, S.H., mengakui, mahasiswa asal Kabupaten Tolikara pada zaman sekarang telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat luar biasa.
Untuk itu, Pemkab Tolikara agar tidak menutup mata dalam memberikan motivasi dan support kepada generasi muda penerus bangsa bagi Kabupaten Tolikara.
Hal itu diungkapkan Ketua KNPI Kabupaten Tolikara yang juga salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Tolikara (HMPT), dalam sambutannya di sela-sela acara rekreasi di Pantai Holtekamp dalam memperingati HUT HMPT ke-10 dan juga lepas sambut bagi mahasiswa Kabupaten Tolikara yang telah diwisuda dari berbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri di Kota Jayapura dan juga mahasiswa baru dari Kabupaten Tolikara yang akan melanjutkan studi di Kota Jayapura, Jumat (20/9) kemarin siang.
Kata Yotam, dalam kegiatan HUT HMPT yang ke 10 dan sekaligus lepas sambut, mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan juga mahasiswa baru itu. Acaranya diisi dengan kegiatan seminar sehari. Dan dalam seminar sehari tersebut, beberapa narasumber yang diundang untuk membawakan materi adalah dari pihak pemerintah daerah dalam hal ini pihak teknis, serta dari KNPI Tolikara.
“Karena dari pemerintah tidak ada satupun yang hadir, akhirnya saya jadi sasaran penyampaian pikiran, yang selama ini terpendam oleh mahasiswa,”ujarnya.
Kata satu pendiri HMPT ini,dalam acara seminar tersebut, banyak sekali hal–hal dan termasuk harapan yang mahasiswa hendak sampaikan kepada pemerintah daerah, namun tidak ada perwakilan dari pemerintah yang hadir.
“Sebenarnya ini bukan rana saya selaku ketua KNPI untuk membicarakan hal ini, karena saya yang hadir maka mereka sampaikan keluhan dan harapan kepada saya,” ujarnya.
Mahasiswa sangat antusias terhadap seminar tersebut, dan menurut dia, para mahasiswa sekarang ini mereka sangat peka dengan perkembangan-perkembangan baik yang terjadi di daerah bahkan dunia kampus, hanya saja pola pikir mereka yang begitu banyak itu, sangat susah untuk disalurkan karena tidak ada ruang dan kesempatan kepada mereka. Oleh karena itu dia mengharapkan agar pemerintah tidak menutup mata untuk turut membangun pikiran–pikiran cemerlang dari mahasiswa – mahasiswa Papua itu.
Salah satu hal yang dapat dilihat kata dia adalah betapa kurang seriusnya pemerintah terhadap mahasiswa yakni hingga dengan sekarang, tidak ada Pembina asrama yang ditentukan oleh pemerintah daerah, sehingga hal itu membuat mahasiswa mengalami kesulitan dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.
Tinggalkan Komentar