News & Info
Home » Blog » Rusuh Di Maybrat Terkait Pemindahan Ibukota, Rumah Bupati Ikut Dibakar

Rusuh Di Maybrat Terkait Pemindahan Ibukota, Rumah Bupati Ikut Dibakar

papua_bupati_maybrat_katarina

Pertikaian antarwarga terjadi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (19/9/2013) kemarin. Kerusuhan terjadi akibat perseteruan pemindahan ibukota kabupaten.

Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Divisi Humas Polri Kombes Pol Hilman Thayib menjelaskan bahwa aksi pembakaran sejumlah bangunan dilatarbelakangi pertikaiaan antar pendukung Bupati Maybrat terpilih Bernard Sagrim yang kebetulan berasal dari suku Aymaru dengan pendukung Agus berasal dari sukuku Afyat sejak 2011,

“Saat itu Bupati Bernard Sagrim memindahkan ibukota Maybrat yang semula di Kmurkek yang sebagian besar penduduknya warga Suku Afyat ke lokasi Aymaru tempat banyaknya bermukim suku Aymaru,” kata Hilman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2013).

Akibat pemindahan ibukota kabupaten tersebut terjadi konflik antar dua pendukung yang berujung pada aksi pembakaran rumah bupati, disertai dengan bentrokan fisik yang mengakibatkan banyaknya korban terluka.

Dijelaskannya, konflik dan perbedaan pendapat terkait pemindahan ibukota kabupaten tersebut sempat dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Juli 2013 keluar keputusan MK yang menetapkan ibukota Kabupaten Maybrat tetap di Kmurkek.

“Keputusan tersebut tidak diterima Bupati Bernard Sagrim dengan melayangkan surat gugatan kembali. Pada 19 September 2013 MK memutuskan ibukoya pindah ke Aymaru,” ucapnya.

Akibat putusan tersebut, warga suku Afyat marah sehingga melakukan pembakaran dan penutupan jalan menuju wilayah Maybrat.

“Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, tetapi beberapa rumah terbakar,” katanya.

Untuk meredam aksi anarkis, Polres Sorong bekerjasama dengan TNI mengerahkan pasukannya dengan menurunkan dua pleton Brimob dan satu pleton TNI.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.