News & Info
Home » Blog » Ibu Rumah Tangga Dominasi Penyebaran HIV/AIDS di Papua Barat

Ibu Rumah Tangga Dominasi Penyebaran HIV/AIDS di Papua Barat

Sesuai data dari KPAI (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Papua), untuk wilayah Sorong mendominasi peringkat tertinggi, virus HIV/AIDS, dan kedua Manokwari, dan didominasi oleh ibu rumah tangga (IRT). Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Papua Barat Marice Rumainum, SE belum lama ini di Gedung Wanita, Waisai Kabupaten Raja Ampat.

“Jadi Informasi yang kami peroleh dari komisi penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Papua, tercatat untuk wilayah Kota Sorong, termasuk tertinggi penyebaran virus mematikan tersebut, dan kedua Manokwari. Saya kan sebagai kepala badan sekaligus menjabat sebagai sebaga kepala bidang data, oleh sebab itu menyangkut dari KPAI tentunya mereka akan memberikannya kepada kami,” tandas Marice Rumainum.

Dari data tersebut, yang tertinggi didominasi oleh kaum perempuan, kedua laki-laki, dan yang ketiga kaum pelajar yang terdiri dari mahasiwa dan pelajar. Namun kata Marice, yang paling tinggi terdapat di ibu rumah tangga.

Ditambahkan, semua itu terjangkit dari suami-suaminya yang sering selingkuh dengan wanita idaman lain (WIL). Disinggung mengenai pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi, Marice dengan tegas mengatakan untuk PSK, justru sebaliknya, mereka paling rendah dari yang disebutkan. “PSK sesuai data yang kami terima dari KPAI Provinsi Papua, mereka berada di posisi bagian bawah penyebaran virus HIV,” tandasnya.

Dikatakan, PSK mempunyai jadwal khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan mereka biasanya diperiksa secara rutin. “Nah, kalau ada tanda-tanda rentan bisa terjangkit IMS ( Infeksi Menular Seksual), otomatis mereka (PSK , Red) di karantinakan,” tandasnya sembari menambahkan data tersebut merupakan data tahun 2012/2013.

Oleh sebab itu kata kepala badan pihaknya sangat mengharapkan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama saling memperingati, akan bahaya dari penyakit mematikan tersebut. “Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan, karena dengan pemeriksaan, kita bisa mengetahui apakah kita terjangkit atau tidak,” ujarnya menghimbau.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.