Panen Raya Kelompok Tani Di Distrik Nabire Barat
Delapan kelompok tani yang pada Jumat (6/9) tergabung dalam kelompok panen raya, dan hampir semua petani mengeluh soal harga beras yang dihasilkan belum terjual. Di satu sisi, pemerintah meminta para petani terus meningkatkan hasil produksi beras di Kabupaten Nabire. Namun kenyataan hasil panen beras di musim tanam terdahulu hingga kini belum juga laku terjual ke pasar.
Hasil tanya jawab yang berlangsung di Kampung Bumi Raya bagian barat, Distrik Nabire Barat di sela-sela panen raya, para petani meminta agar harga beras lokal menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah harus meminta pihak Dolog Nabire untuk membeli hasil beras yang telah diproduksi oleh para petani. Karena harga pasar harus dibarengi juga dengan hasil produksi, agar para petani tetap bersemangat membuka lahan sawah dan juga giat menanam padi pada sawah yang kini telah ada.
Sebab hingga saat ini para petani yang ada di Kampung Bumi Raya maupun Kampung Kalisemen dan Kampung Wadio, Distrik Nabire Barat, mengeluh soal harga pasar. Karena rata-rata hasil produksi beras lokal yang ada di para petani belum semuanya terjual habis, dan kini masa panen tiba lagi. Sehingga kini ada puluhan ton gabah kering yang belum digiling dan tersimpan di rumah-rumah petani.
Selain itu, ada pula petani yang mengusulkan gudang penampungan gabah. Dan juga jalan masuk ke lahan-lahan petani yang diminta agar dapat ditimbun dengan pasir koral. Karena jalan menjadi faktor kendala yang dihadapi para petani saat panen dan hasil harus diangkut pulang untuk dapat dijemur lagi.
Pada saat itu, Wakil Bupati Nabire, Mesak Magay, S.Sos, M.Si yang diminta hadir mengikuti panen raya dan mewakilkan kepada Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi langsung, memberikan jawaban atas keluhan masyarakat soal harga beras lokal. Karena dalam beberapa kali pertemuan antara pemerintah dan Dolog, Asisten II yang langsung ditunjuk mewakili Pemda Nabire.
Dikatakan Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi, Dolog Nabire mempunyai kewajiban untuk membeli beras para petani yang ada di Kabupaten Nabire. Karena beras lokal dari para petani ini akan menjadi jatah bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Juga Polri yang ada di daerah ini. Katanya, para petani yang ada di Bumi Raya secara khusus dan kampung lain yang menjadi pusat sentra produksi beras, diharapkan tetap semangat menanam padi.
Karena saat ini pemerintah daerah sedang serius membantu menangani harga pasar. Namun beras yang akan dijual itu harus sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Terkait jalan tani yang baru saja diusulkan oleh para petani, katanya, akan diupayakan antara Pemda dan instansi teknis. Dengan demikian diharapkan ada data soal jalan masuk tani yang akan ditimbun.
Sementara itu, salah seorang staf Perum Bulog Nabire, Lutfi Hasan yang hadir juga diminta memberikan penjelasan. Dikatakan Lutfi, berapa banyak beras yang dihasilkan oleh para petani di daerah ini Dolog pada prinsipnya siap membeli. Namun beras yang dibeli oleh Dolog tentunya harus sesuai HPP yang telah ditetapkan oleh pemerintah, perkilonya dihargai sebesar Rp. 6.600.
Di tempat yang sama di sela-sela panen raya padi pada lahan 151 hektar di 8 kelompok tani di Kampung Bumi Raya bagian barat, Distrik Nabire Barat, Jumat (6/9) lalu, ada 4 orang petani pemilik lahan terbanyak mendapatkan bantuan tangki semprot. Bantuan diberikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire sebagai motivasi bagi para petani beras yang ada di Kampung Bumi Raya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP, M.Si meminta agar Wakil Bupati Mesak Magay, S.Sos, M.Si secara langsung menyerahkan hadiah tersebut. Penyerahan hadiah oleh wakil bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si.
Setelah menyerahkan bantuan 4 tangki semprot, Wakil Bupati Mesak Magay mengatakan, tangki yang diberikan ini diharapkan digunakan sebaik mungkin untuk menyemprot rumput maupun menyemprot obat–obat lain. Sehingga hasil panen akan lebih baik lagi di masa-masa mendatang.
Dirinya selaku masyarakat dan juga wakil bupati selama ini suka makan nasi itu yang berasnya dari petani yang ada di Nabire ini. Karena rata–rata beras kita ini dimasak enak dan bersih. Wabup Mesak mengharapkan para petani agar terus meningkatkan produksi beras yang ada di Kabupaten Nabire. Karena kita sudah dengar bersama bahwa pemerintah daerah siap membantu dalam pemasaran dan pihak Dolog juga siap membantu membeli beras kita.
(Sumber : Papuaposnabire)





Tinggalkan Komentar