Tiga unit mobil pemadam kebakaran disiagakan di pinggir landasan Bandar Udara Rendani Manokwari, menyusul terjadinya trouble atau gangguan pada pesawat Sriwijaya Air jenis Boeng 737 seri 500 yang secara mendadak terhenti di ujung landasan, Senin (9/9) sekitar pukul 10.15 WIT.
Petugas bandara maupun pihak maskapai langsung sigap menyikapi hal ini. Ternyata,pesawat nomor lambung PK-CLU ini mengalami masalah pada roda depan ketika hendak belok untuk ancang-ancang take off. “Tidak bisa belok,rodanya terkancing saat pilot mau meluruskan pesawat untuk take off,” ujar seorang petugas bandara kepada wartawan,kemarin.
Pesawat dengan nomor penerbangan BJ 571 yang mengangkut 147 penumpang ini hendak terbang ke Sorong, Makassar dan Jakarta. Pesawat ini keluar dari apron dan ketika berada di ujung landasan,pilot membelokan pesawat untuk mengambil ancang-ancang take off. Namun,tiba-tiba saja roda depan pesawat tak bisa dibelokan. Saat itu, posisi pesawat nyaris melintang. Berhenti mendadak, para penumpang bertanya-tanya. Kecemasan mereka makin menjadi-jadi ketika di pinggir landasan terlihat 3 mobil pemadam kebakaran siaga.
“Sempat panik juga karena dari dalam pesawat terlihat jelas ada mobil pemadam kebakaran di pinggir landasan,” kata Michael, penumpang tujuan Sorong. Penumpang lainnya, Sipayung Darma menyatakan, para penumpang dalam pesawat dibuat cemas. Awak pesawat mengumumkan agar penumpang tetap tenang dan pesawat mengalami masalah teknis. “Ada pemberitahuan,bahwa ada kerusakan teknis. Setelah 10 menit,diberitahukan lagi bahwa ada masalah pada ban pesawat,” tutur Sipayung yang tak lain istri Kepala Pengadilan Negeri Manokwari ini.
Tak hanya petugas bandara dan maskapai yang mendekat ke pesawat naas ini, sejumlah warga menerobos pagar untuk melihat dari dekat kondisi pesawat yang nyaris melintang di ujung landasan. Sekitar 40 menit,teknisi dapat memperbaiki roda. Namun untuk menghindari hal tak diinginkan, pesawat kembali diparkir di apron, penumpang diturunkan kembali, sementara teknisi Sriwijaya Air kembali mengecek kondisi roda depan hingga betul-betul baik. Sekira pukul 12.00 WIT,para penumpang kembali naik pesawat. Untuk lebih memastikan kondisi roda tak bermasalah,teknisi kembali melakukan pengecekan sebelum pesawat meninggalkan apron menuju runway.
Hingga akhirnya, pesawat diterbangkan dengan mulus sekira pukul 12.40 WIT, terlambat 2,5 jam dari jadwal semula pukul 10.15 WIT. Pantauan koran ini, Kepala Pengadilan Negeri Manokwari, Tarima Saragih, SH,MH sempat cemas dengan kejadian ini karena di dalam pesawat ada istri tercinta,yang berangkat tujuan Jakarta. Ia mengantar istri dan rela menunggu beberapa jam di ruang VIP Â dan baru beranjak setelah pesawat take off dengan mulus.
Tinggalkan Komentar