Rentetan aksi pembunuhan oleh orang tak dikenal tampakanya tak pernah berhenti di Daerah Lembah Jayawijaya. Kali ini seorang tukang ojek bernama Khoirul Mustakim menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal pada Senin malam (2/9).
Pria asal Desa Gunung Tenggu, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini ditemukan tak bernyawa di Jalan Desa Wanima dengan luka tusuk di bagian pungung bagian kanan dan pada tangganya terdapat luka gores. Korban ditemukan dalam selokan/parit di Jalan menuju Kampung Kosimeaga, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sekitar pukul 21.00 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. I Gede Sumerta Jaya, SIK ketika dikonfirmasi oleh wartawan di ruang kerjanya, Selasa (3/9) membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan kasus penemuan mayat seorang tukang ojek tersebut.
“Ya benar kita menerima laporan ada penemuan mayat oleh warga Kampung Kosimeaga, itu mayat seorang tukang ojek bernama KM,”ungkap Kabid Humas. Salah satu tukang ojek bernama Satrum mengaku sebelum kejadian, pria yang baru menginjak usia 24 tahun itu sempat mendatangi rumahnya pada pukul 16.00 Wit dan menyampaikan bahwa dia hendak pergi ke Pasar Jibama. “Dia datang ke rumah ambil topi dan pergi ke Pasar Baru (Jibama) untuk kembalikan uang, tetapi setelah dia pergi pada malam hari kami mendengar bahwa Khoirul ditemukan tewas,” tuturnya saat ditemui di RSUD Wamena.
Data lapangan yang dihimpun, memang beberapa temanya yang mangkal di depan kantor Basarnas mengaku sempat melihat korban mengantar penumpang menuju ke Distrik Hubikosi. Tetapi pada pukul 22.30 Wit, salah satu temanya, Nipo yang juga tukang ojek mendapat telepon dari seorang guru bernama Nurien Wenda bahwa dia melihat ada sepeda motor tergeletak di Jalan Wanima tetapi tidak tahu milik siapa.
Mendengar informasi tersebut, Nipo ditemani 10 orang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengecek kebenaran informasi tersebut. Sekitar pukul 22.45 Wit, mereka tiba ditempat dan menemukan korban yang baru satu tahun berada di Wamena ini sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, para tukang ojek ini menghubungi pihak kepolisian sehingga aparat Polres Jayawijaya mendatangi TKP dan langsung membawa korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jayawijaya.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Johnny Edizon Isir, S IK,MTCP yang dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut. Dia pun langsung mendatangi tempat disemayamkan mayat tersebut di RSUD Wamena. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa insiden seperti ini sudah dimulai dari 5 tahun lalu dan hendaknya dijadikan pengalaman masyarakat yang mencari nafkah terutama tukang ojek.
“Para tukang ojek juga diminta untuk selektif dalam mengangkat penumpang terutama di malam hari. Bila ada teman yang dapat penumpang tapi rutenya jauh dan sudah malam kalau bisa diikuti. Saling menjaga sesama teman,” ucap Kapolres dihadapan para tukang ojek yang datang ke RSUD. Sementara itu, mayat korban penikaman pada Selasa (3/9) kemarin langsung diterbangkan menggunakan pesawat ke Jayapura dan menuju Jawa Timur untuk dimakamkan dikampung halamannya.
Tinggalkan Komentar