Kepala Suku Besar Watae bernama Didimus Waray (52) dikeroyok 12 warga, salah satu pelaku berinisial RI. Pengeroyokan terjadi di Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Nabire Jumat pekan lalu.
Kabid Humas Polda Papua Kombes (Pol) I Gede Sumerta Jaya, SIK ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (4/6) membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus dugaan pengeroyokan Kepala Suku Besar Watae bernama Didimus Waray (52) dikeroyok 12 orang tetangganya berinisial RI Cs di Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire Jumat pekan lalu.
Selain melakukan pengeroyokan terhadap Didimus dan keluarganya, dikatakan I Gede, para pelaku juga melakukan pengrusakan terhadap tenda, naju perahu, menumpahkan drum berisi bensin, juga genset, mesin chainsaw, tangki motor, senapan angin dan alat berburu lainnya dibawa lari para pelaku.
Dari laporan korban, diterangkan I Gede bahwa pengeroyokan itu diduga berawal dari aksi balas dendam, dimana para pelaku sempat menerima pukulan dari korban hingga berbuntut sakit hati dan mengumpulkan 12 temannya.
Dimana berawal saat korban sedang memperbaiki jaring ikan yang tersangkut akibat batu karang, tiba-tiba pelaku, RI datang sambil marah-marah dan menegur korban agar tidak merusak karang di sekitar pulau Pepaya, Distrik Kwatisore Nabire.
Diduga karena ditegur yang berlebihan mengakibatkan korban menjadi emosi dan langsung memukul pelaku, hingga membuat pelaku sakit sakit dan langsung memanggil teman-temannya lalu mengeroyok korban.
Selain mengeroyok korban, dijelaskan oleh I Gede bahwa para pelaku juga melakukan pemukulan terhadap keluarga korban dan juga merusakan peralatan nelayan serta membawa sebagian peralatan tersebut.
“Sesuai dari laporan diterima, pelaku tak hanya melakukan pengeroyokan, tetapi juga merusak dan mencuri peralatan nelayan korban,” katanya.
Saat ini pihak kepolisian Nabire masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan beserta pencurian barang–barang milik korban.
“Penyidik masih mengejar para pelaku dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”tukas I Gede.
Tinggalkan Komentar