INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Jumat Agung & Perjamuan Kudus Di Jemaat Patmos Lapas Kelas IIB Nabire

Ibadah Jumat Agung & Perjamuan Kudus Di Jemaat Patmos Lapas Kelas IIB Nabire

1234

Penderitaan dan kematian Yesus Kristus akibat memikul dosa dan kutukan bagi umat manusia. Oleh karena itu sebagai anak-anaknya, sudah seharusnyalah kita mengucap syukur karena Tuhan begitu mengasihi kita dengan mengorbankan dirinya dalam manifestasi Yesus Kristus untuk membuka pintu keselamatan bagi umat manusia yang telah berdosa.

Demikian kutipan khotbah Ibadah Jumat Agung, 25 maret 2016, di Jemaat Patmos Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nabire, yang dipimpin oleh Pelayan Firman, Penatua J.Nuboba.

123

Mengutip pembacaan Firman dari Kitab Petrus 5:1-11 dengan perikop “Gembalakanlah kawanan Domba Allah”, Penatua J.Nuboba dalam kutipan khotbahnya meminta warga jemaat Patmos Lapas Kelas IIB Nabire untuk merenungi penderitaan Yesus Kristus hingga kematianNya.

Dikatakan, semua orang yang ingin mengikut Yesus, tentu akan mengalami penderitaan yang sama dalam kehidupan ini, walaupun tidak disalib seperti Yesus, tetapi penderitaan tersebut bisa dalam berbagai hal seperti dicemooh orang, penderitaan fisik, dan lain sebagainya.

12345

Namun mengapa Allah mengijinkan penderitaan itu juga terjadi bagi anak-anaknya, agar kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Yesus Kristus. Dengan iman kita kepada kasih Tuhan dan karya penebusan Kristus, kita dapat mengetahui bahwa semua penderitaan kita ini dapat berubah menjadi kemuliaanNya dan untuk kebaikan kita

Kepada warga jemaat Patmos yang merupakan warga Lapas Kelas IIB Nabire dan staf Lapas, Penatua J.Nuboba mengatakan, Allah mengijinkan pencobaan dan penderitaan ke dalam hidup kita, tetapi Dia senantias menyertai kita dalam setiap penderitaan yang kita alami. Mungkin kita sebagai warga binaan Lapas pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, tapi semua orang telah jatuh kedalam dosa, dan karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib telah menyelamatkan kehidupan kita dari dosa dan maut. Oleh karena itu Penatua J.Nuboba meminta warga binaan Lapas untuk melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu, dan kembali mengingat penderitaan Kristus di kayu salib untuk menuju pertobatan dan pembaharuan hidup sehingga kita bisa bersama-sama dengan Dia pada saat kedatanganNya yang kedua kali.

Dulunya kita tidak berarti dan dianggap sampah oleh masyarakat, tetapi Kasih Tuhan Yesus tak pernah berubah, dia senantiasa mengasihi kita semua, Dia hanya meminta kita membuka hati kita untuk datang dan menjadi anak-anakNya.

123456

Ibadah di Jemaat Patmos Lapas Kelas IIB Nabire juga dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Pdt Yael Maria Tokoro S.Th.

1234567 12345678

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.