Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten di Papua untuk beasiswa bagi mahasiswa Papua yang studi di luar daerah Papua berjalan tak imbang sebab ternyata masih ada mahasiswa yang mengeluhkan kebijakan pemerintah ini.
“Saya hampir belasan tahun tak pernah terima dana beasiswa. Biaya untuk studi akhir juga tidak ada,” kata Ones, seorang mahasiswa Papua asal Nabire , Rabu (10/4) siang.
Menurutnya, pemerintah setempat belum pernah menyalurkan bantuan dana beasiswa untuk mahasiswa asal Kabupaten Nabire di Surabaya. “Menurut informasi yang berkembang, Pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui kantor distrik. Tapi, prosedurnya begitu ketat,” ujarnya.
Mahasiswa yang tengah mengakhiri studi akhir ini mengaku, penyaluran dana dari Pemerintah Nabire untuk mahasiswa studi akhir di Surabaya begitu ruwet sehingga ada mahasiswa yang tidak kebagian jatah. “Karena penyaluran dana beasiswa melalui kantor distrik, sehingga memerlukan KTP. Mahasiswa yang benar-benar memiliki KTP Nabire baru dapat jatah bantuan,” katanya Ones lagi.
Ketua Aliansi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua, Andreas Gobay menyikapi perlunya keseriusan Pemerintah daerah di sejumlah kabupaten di Papua supaya prioritas mahasiswa yang sedang mengakhiri studi akhir di berbagai Perguruan Tinggi di Papua maupun luar Papua. “Banyak mahasiswa menunda studi akhir karena terkendala dengan keuangan,” kata Gobay
Tinggalkan Komentar